Formas Bakal Gandeng Kemhan Perkuat Program Kesehatan Berbasis Herbal
Ketua Umum Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) Handojo Budhisedjati mengungkap rencana strategis organisasi dalam memasuki program tahun ketiga. Program difokuskan pada penguatan pilar kesehatan dan pendidikan yang sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Formas secara khusus tengah menyusun kolaborasi dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk membangun fondasi kesehatan masyarakat yang tangguh menuju Indonesia Emas 2045. "Mudah-mudahan mendapat dukungan dari Pak Hashim dan juga Pak Sjafrie Sjamsoeddin (Menhan) untuk mematangkan gagasan bahwa dunia kesehatan harus lebih berkomitmen pada bidang preventif dan promotif dalam melaksanakan program kesehatan bagi anak-anak dan generasi muda," kata Handojo di Auditorium Podomoro University, Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Program ini dirancang sebagai mitra pendamping bagi program unggulan Presiden, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Jika MBG fokus pada pengentasan gizi buruk dan stunting, kolaborasi Formas-Kemhan akan fokus pada pemanfaatan kekayaan alam nusantara seperti rempah-rempah dan herbal untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak-anak.
Baca Juga: 103 Organisasi Bergabung, Ketum Formas: Modal Besar untuk Kolaborasi Wujudkan Indonesia Emas
"Program yang sedang disusun dan mohon dukungan adalah dengan memasyarakatkan penggunaan bahan-bahan alami Indonesia yang telah ada sejak zaman dulu, yaitu penggunaan rempah dan herbal," ujarnya.Formas, kata dia, menyadari jika biaya berobat sudah sedemikian mahal. Ditambah lagi, perlindungan sosial masyarakat terhadap akses kesehatan lewat BPJS mulai menghadapi kendala atau faktor-faktor yang memudahkan Negara dapat melayani masyarakat.
"Maka dengan promotif dan preventif dari program Kemhan diharapkan masyarakat sudah dapat terhindar dari berbagai macam penyakit yang ujung-ujungnya mengeluarkan biaya obat yang mahal," tuturnya.
Selain sektor kesehatan, Formas juga menyiapkan program di bidang pendidikan untuk menjawab kekhawatiran Presiden terkait rendahnya skor PISA (Program for International Student Assessment) Indonesia.
Formas juga akan menyosialisasikan penggunaan aplikasi KIPIN, sebuah platform berbasis kurikulum pendidikan dari tingkat PAUD hingga SLTA. Keunggulan utama aplikasi ini adalah kemampuannya untuk diakses di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) atau wilayah yang tidak memiliki jangkauan internet.
"Program KIPIN yang berbasis kurikulum dari tingkat PAUD sampai SLTA untuk memberikan jalan keluar bagi Bapak Presiden yang khawatir karena rendahnya PISA untuk Indonesia," pungkasnya.










