Pejabat Iran Peringatkan Pakta dengan Pakistan dan Turki Tak akan Jamin Keamanan Arab Saudi
Anggota parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, mendesak Arab Saudi mengubah kebijakannya. Desakan itu muncul setelah Arab Saudi menandatangani pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan.
Ia menyatakan melalui platform X, "Pihak Saudi harus menyadari kesepakatan tertulis dengan Turki dan Pakistan tidak akan memberikan keamanan bagi mereka, sama halnya seperti upaya bertahun-tahun untuk terus bergantung secara sepihak pada Amerika Serikat yang juga tidak memberikan keamanan bagi mereka."
"Perbaikilah kebijakan Anda agar Anda tidak perlu mengemis jaminan keamanan dari pihak lain," ujar Rezaei, yang juga merupakan anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran.
Sementara itu, kesepakatan pertahanan bersama antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan menandakan adanya "penataan ulang keamanan" besar-besaran yang memiliki implikasi internasional, menurut analis militer yang berbasis di London, Alex Alfirraz Scheers.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, ia mengatakan pakta regional tersebut memberikan perlindungan tambahan bagi ketiga negara di tengah kekhawatiran mengenai jaminan keamanan dari AS."Muncul banyak keraguan mengenai apakah AS merupakan penjamin keamanan yang dapat diandalkan... apakah AS benar-benar penyedia persenjataan yang dapat diandalkan, khususnya dalam hal kemampuan udara seperti jet tempur," kata Scheers.
Dia menjelaskan, "Belum lagi pertanyaan apakah langkah yang tepat bagi negara-negara seperti Arab Saudi untuk bergantung pada AS dalam mempertahankan kepentingan vital mereka."
Namun, ia menyebutkan cakupan pakta tersebut masih belum jelas. "Aspek pencegahannya... memang substansial, tetapi protokol apa saja yang terlibat di sini? Kemampuan dan postur pertahanan seperti apa yang akan dibagi bersama? Hal-hal tersebut masih perlu dirumuskan lebih lanjut," tambah Scheers.
Baca juga: Ghalibaf Ejek Diplomasi Sandiwara AS Terkait Perang Iran










