Gelar Muktamar XI, Himi Persis Perkuat Kaderisasi dan Bentuk Pimpinan Wilayah Baru

Gelar Muktamar XI, Himi Persis Perkuat Kaderisasi dan Bentuk Pimpinan Wilayah Baru

Nasional | sindonews | Jum'at, 7 Agustus 2026 - 22:32
share

Himpunan Mahasiswi Persatuan Islam (Himi Persis) menyatakan, pembangunan kualitas kader menjadi prioritas utama organisasi. Tidak hanya itu, Hilmi Persis juga berencana membentuk Pimpinan Wilayah (PW) baru di berbagai daerah.

Hal itu mengemuka dalam Muktamar XI Himi Persis yang diselenggarakan di Gedung PPSDM Kemendikdasmen, Depok, pada 7–9 Agustus 2026. Muktamar tersebut mengusung tema "Himi Persis untuk Indonesia, Transformasi Gerakan dalam Membangun Peradaban".

Forum tertinggi organisasi tersebut menjadikan muktamar sebagai momentum penting untuk menentukan arah perjuangan Himi Persis dalam menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat kontribusi bagi bangsa.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Himi Persis Gina Ainal Mardiah menegaskan, muktamar memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar pergantian kepemimpinan. Menurutnya, forum ini merupakan ruang untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus memperbaharui, memperkuat, dan meluruskan arah perjuangan Himi Persis.

Baca juga: Sidang Lengkap IV Dewan Hisbah 2026, Ketum Persis: Fatwa Harus Jadi Solusi Umat

"Muktamar memiliki makna yang lebih besar. Ini adalah momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, memperbaharui, memperkuat, dan meluruskan arah gerakan Himi Persis ke depan," ujarnya, Jumat (7/8/2026).

Gina menilai Muktamar XI menjadi titik penting dalam menentukan langkah organisasi setelah memasuki usia tiga dekade. Berbagai dinamika sosial, teknologi, dan perubahan kehidupan masyarakat menjadi tantangan yang harus direspons secara serius oleh organisasi kemahasiswaan Islam.Menurut Gina, Indonesia saat ini berada dalam fase perkembangan yang sangat cepat sehingga menghadirkan realitas baru yang harus dihadapi oleh seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi mahasiswa. Karena itu, Himi Persis dituntut mampu beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar perjuangannya.

Lihat video: MEMBANGUN PERADABAN BERDASARKAN SURAT AL-ISRA

"Indonesia sedang bergerak sangat cepat. Realitas baru terus hadir dan harus kita hadapi. Himi Persis tidak boleh hanya menjadi ruang berhimpun, tetapi harus menjadi ruang tumbuh, belajar, dan menghadirkan solusi atas persoalan umat dan bangsa," katanya.

Dalam penilaiannya, organisasi tidak cukup hanya hadir mengisi ruang-ruang sosial. Himi Persis harus mampu mengambil posisi sebagai penggerak perubahan yang memberikan inspirasi sekaligus manfaat nyata bagi masyarakat.

"Kita bukan hanya mengisi ruang, tetapi harus mampu memimpin, menginspirasi, dan menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat," ungkapnya.

Gina menjelaskan, Himi Persis memiliki komitmen organisasi untuk mengambil bagian dalam pembangunan Indonesia melalui peningkatan kualitas kader yang unggul, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Transformasi bukan berarti meninggalkan nilai-nilai organisasi yang telah diwariskan para pendahulu. Sebaliknya, transformasi merupakan upaya menjaga agar nilai-nilai tersebut tetap hidup dan relevan dengan kebutuhan masyarakat di setiap zaman."Transformasi adalah cara menjaga nilai tetap hidup sekaligus menjawab kebutuhan zaman. Dengan cara itu, perjuangan organisasi akan terus relevan," tukasnya.

Viisi besar Himi Persis adalah membangun peradaban Islam melalui lahirnya cendekia muda muslimah yang memiliki kapasitas intelektual, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

"Peradaban yang kuat tidak dibangun oleh gedung atau teknologi semata, melainkan oleh manusia yang memiliki karakter, ilmu pengetahuan, dan komitmen terhadap nilai-nilai kebaikan. Karena itu, pembangunan kualitas kader menjadi prioritas utama organisasi," ucapnya.

Dalam periode mendatang, Himi Persis juga akan terus memperkuat struktur organisasi melalui pembentukan Pimpinan Wilayah (PW) baru di berbagai daerah sebagai bagian dari perluasan jaringan dakwah dan kaderisasi.

Melalui Muktamar XI ini, ia berharap Himi Persis terus berkembang sebagai organisasi yang adaptif terhadap perubahan tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai perjuangan yang menjadi identitasnya sejak berdiri.

"Semoga Himi Persis terus tumbuh menjadi organisasi yang adaptif terhadap perubahan, tetapi tetap memegang teguh nilai dan jati dirinya sebagai gerakan kader muslimah," tuturnya.Muktamar XI ini, diharapkan melahirkan Himi Persis berbagai gagasan, rekomendasi, dan langkah strategis yang menjadi awal babak baru perjalanan organisasi.

"Muktamar ini, diharapkan semakin memperkuat kontribusi Himi Persis dalam membangun peradaban Islam, mencetak cendekia muda muslimah, serta menghadirkan manfaat nyata bagi Indonesia," tandasnya.

Ketua Umum PP Persis KH Jeje Zaenudin menerangkan, muslimah muda memiliki posisi penting sebagai agen perubahan yang akan menentukan arah perjalanan bangsa. Menurutnya, kader HIMI Persis tidak cukup hanya menjadi pewaris generasi, tetapi harus mampu menjadi pelopor yang menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

"Wahai Muslimah muda, engkau bukan sekadar pewaris zaman, engkau adalah penentu arah perjalanan. Di tanganmu ada ilmu, di dadamu ada iman, dan di langkahmu ada keberanian," ujarnya.

Dia juga menekankan pentingnya budaya belajar sebagai fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Ilmu harus diperoleh melalui proses belajar yang sungguh-sungguh, riset, diskusi, serta keberanian mencari kebenaran, kemudian diwujudkan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu, Muktamar XI mengajak seluruh kader untuk melakukan transformasi gerakan. Gagasan yang lahir dalam forum tidak boleh berhenti sebagai wacana, melainkan harus diwujudkan menjadi karya nyata yang memberikan manfaat luas. Transformasi tersebut mencakup perubahan dari kaderisasi menuju kepemimpinan, dari ruang akademik menuju pengabdian sosial, hingga dari mimbar dakwah menuju aksi nyata di tengah masyarakat.

"Kini saatnya bertransformasi, dari wacana menuju karya, dari gagasan menuju gerakan, dari kaderisasi menuju kepemimpinan, dari mimbar menuju masyarakat, dan dari kampus menuju peradaban," katanya.

Himi Persis merupakan wadah kaderisasi yang memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan muslimah berintegritas. Ia berharap para kader mampu berpikir ilmiah, bergerak secara responsif terhadap perkembangan zaman, serta memiliki visi jangka panjang dalam membangun masa depan bangsa.

"Indonesia membutuhkan perempuan yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan keislaman. Menurutnya, kemajuan bangsa harus dibangun melalui perpaduan ilmu pengetahuan, iman, akhlak, dan kepedulian terhadap kemanusiaan agar tercipta peradaban yang berkeadaban," sebutnya.

Dia mengajak seluruh peserta Muktamar XI Himi Persis menjadikan forum tersebut sebagai titik awal gerakan nyata dalam membangun Indonesia yang lebih adil, maju, bermartabat, dan beradab.

"Hari ini kita menyalakan cahaya, esok cahaya itu harus menerangi Indonesia. HIMI untuk Indonesia, transformasi gerakan membangun peradaban," ucapnya.

Topik Menarik