Trump Ungkap Siapa Calon Penggantinya di Gedung Putih
Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara pribadi telah mengisyaratkan keinginannya agar Wakil Presiden JD Vance menjadi penerusnya di Gedung Putih. Pernyataan itu dilaporkan The Washington Post (WaPo) pada hari Kamis (6/8/2026), mengutip sumber-sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Dalam pertemuan tertutup dengan para donatur Partai Republik di Ruang Oval sekitar dua pekan lalu, Trump dilaporkan berkata, "Pada akhirnya, kita perlu memilih JD."
Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan sikap Trump di depan umum yang enggan memberikan dukungan resmi bagi calon penerus untuk tahun 2028.
Ia pernah memuji Vance maupun Menteri Luar Negeri Marco Rubio, bahkan mengisyaratkan kemungkinan keduanya maju dalam satu pasangan calon yang sama.
Surat kabar tersebut menyebutkan meskipun ada pernyataan dukungan tersirat itu, sang presiden terus bertanya kepada para stafnya setelah pertemuan donatur tersebut mengenai siapa di antara keduanya yang akan menjadi kandidat presiden yang lebih kuat. Beberapa penasihat juga mengingatkan Trump sering kali menyampaikan hal yang berbeda kepada orang yang berbeda dan masih bisa berubah pikiran.
Trump kemudian menepis laporan WaPo tersebut. Ia mengatakan kepada seorang jurnalis pada hari Kamis bahwa masih "terlalu dini untuk sekadar memikirkan" pemberian dukungan resmi kepada siapa pun, menurut laporan New York Post.
Para staf Trump umumnya sepakat presiden akan menunda pemberian dukungan resmi bagi penerusnya guna menghindari kesan sebagai pemimpin yang kehilangan kekuasaan efektif (lame duck), tulis WaPo, seraya menambahkan mereka baru memperkirakan adanya dukungan resmi setelah pemilihan umum sela tahun 2026 pada bulan November.
Berdasarkan Amandemen ke-22 Konstitusi AS, seorang presiden dibatasi hanya boleh menjabat selama dua periode melalui pemilihan, baik secara berturut-turut maupun tidak.
Oleh karena itu, Trump—yang kembali menjabat tahun lalu setelah sebelumnya memimpin pada periode 2017–2021—secara konstitusional tidak dapat mencalonkan diri lagi pada tahun 2028, meskipun ia sesekali melontarkan candaan mengenai kemungkinan tersebut dalam rapat umum maupun di media sosial.Belum ada satu pun dari kedua kandidat potensial tersebut yang mengumumkan rencana untuk maju dalam pemilihan.
Vance berulang kali menyatakan ia tetap fokus menjalankan tugasnya sebagai wakil presiden dan baru akan memutuskan apakah akan mencalonkan diri sebagai presiden setelah pemilihan umum sela usai.
Sementara itu, menurut WaPo, Rubio belakangan ini mengurangi kemunculannya di media untuk menghindari spekulasi mengenai ambisinya untuk tahun 2028.
Baca juga: Ghalibaf Ejek Diplomasi Sandiwara AS Terkait Perang Iran










