Bittime Ungkap Tren Diversifikasi Aset Digital di Tengah Pemulihan Pasar Kripto

Bittime Ungkap Tren Diversifikasi Aset Digital di Tengah Pemulihan Pasar Kripto

Ekonomi | sindonews | Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:32
share

Bittime mengungkapkan tren diversifikasi aset digital di kalangan investor seiring pemulihan pasar kripto dan meningkatnya minat terhadap berbagai instrumen investasi digital. Selain Bitcoin dan Ethereum, investor mulai melirik stablecoin hingga token saham Amerika Serikat sebagai bagian dari strategi membangun portofolio.

"Investor saat ini semakin selektif dalam menentukan aset yang ingin mereka transaksikan. Bitcoin dan Ethereum tetap menjadi aset utama yang banyak diperhatikan, tetapi investor juga mulai melihat peluang lain berdasarkan kondisi pasar, momentum, dan strategi masing-masing. Bagi kami, ini menunjukkan bahwa pasar semakin berkembang dan investor semakin memahami bahwa setiap aset memiliki karakteristik dan peluang yang berbeda," ujar Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn seperti dikutip pada Sabtu (1/8/2026).

Baca Juga:Bitcoin Sempat Rebound, Investor Kembali Minati USDT dan Aset Kripto Utama

Ryan mengatakan perubahan perilaku tersebut mencerminkan semakin matangnya pasar aset digital. Investor tidak lagi hanya berfokus pada aset kripto berkapitalisasi besar, tetapi mulai mempertimbangkan diversifikasi berdasarkan peluang pasar dan profil risiko masing-masing.

Tren tersebut juga tercermin di pasar aset digital global. Berdasarkan laporan CoinShares, pada Mei 2026 Bitcoin mencatat arus dana keluar (outflow) sebesar 982 juta dolar AS, sedangkan XRP dan Solana masih membukukan arus dana masuk (inflow) masing-masing sebesar 67,6 juta dolar AS dan 55,1 juta dolar AS. Perbedaan arus dana itu menunjukkan investor tetap mencari peluang pada aset tertentu meski kondisi pasar masih berfluktuasi.Di Indonesia, perubahan preferensi investor juga terlihat dari aktivitas perdagangan di platform Bittime. Berdasarkan data internal perusahaan, aset yang paling banyak diperdagangkan meliputi Tether (USDT), Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL), yang menunjukkan aset kripto utama masih menjadi pilihan utama investor.

Di sisi lain, minat terhadap instrumen digital yang memberikan eksposur ke pasar global juga terus meningkat. Data internal Bittime menunjukkan volume perdagangan Tokenized US Stocks pada Juli 2026 meningkat 2,5 kali lipat dibandingkan Juni 2026. Lima token saham Amerika Serikat yang paling diminati adalah SPCXX, NVDAX, CRCLX, MSTRX, dan AAPLX.

Baca Juga:OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif

Ryan menilai tren tersebut menunjukkan kebutuhan investor untuk mengakses berbagai kelas aset semakin beragam. Menurut dia, investor tetap menjadikan aset kripto utama sebagai fondasi portofolio, namun mulai mengeksplorasi instrumen lain yang dapat memberikan eksposur terhadap peluang investasi di pasar global.

Ia menambahkan, perkembangan tersebut menjadi dorongan bagi Bittime untuk terus memperluas pilihan aset digital yang tersedia dalam platformnya. Perseroan berharap kehadiran beragam instrumen investasi dapat membantu investor Indonesia membangun portofolio yang lebih terdiversifikasi sesuai dengan kondisi pasar dan strategi investasi masing-masing.

Topik Menarik