Kabinet Bayangan Bisa Jadi Wadah Riset dan Evaluasi Kebijakan Pemerintah

Kabinet Bayangan Bisa Jadi Wadah Riset dan Evaluasi Kebijakan Pemerintah

Nasional | sindonews | Jum'at, 31 Juli 2026 - 06:04
share

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga menilai kehadiran Kabinet Bayangan bisa diposisikan sebagai wadah riset, evaluasi kebijakan, serta memberi masukan konstruktif ke kabinet yang sah. Maka itu, menurut dia, kemunculan Kabinet Bayangan yang dikomandani Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari itu tidak perlu dikhawatirkan selama dimaksudkan bukan untuk menjadi kabinet tandingan dan makar terhadap kabinet pemerintahan yang sah.

“Kabinet tandingan lazim di negara demokrasi. Hal itu menjadi hak warga negara untuk bersuara, mengkritik, dan menyampaikan pendapat,” kata Jamiluddin kepada SindoNews, Jumat (31/7/2026).

Karena itu, dia berpendapat bahwa kehadiran Kabinet Bayangan dibenarkan dan merupakan bagian dari praktik demokrasi yang sehat. “Kabinet Bayangan biasanya muncul manakala parlemen lemah dalam melaksanakan fungsi pengawasan,” kata Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta ini.

Baca juga: Polemik Kabinet Bayangan, Pengamat Ingatkan Jangan Tersusupi Agenda Kepentingan Politik Tertentu

Dia menilai Kabinet Bayangan berupaya melaksanakan fungsi pengawasan yang independen dan berbasis data. “Jadi, di negara demokrasi yang menganut sistem presidensial biasanya Kabinet Bayangan dibentuk oleh akademisi atau kelompok masyarakat sipil,” ujarnya.

Dia melanjutkan, mereka dengan kesadaran sendiri untuk menjadi penyeimbang dan menjaga mekanisme checks and balances agar pemerintah tetap akuntabel dan transparan.

Baca juga: Kabinet Bayangan Sebut Indonesia Darurat Korupsi Kepala Daerah

“Karena itu, Kabinet Bayangan bukan kabinet tandingan untuk merebut kekuasaan. Kabinet Bayangan diposisikan sebagai wadah riset, evaluasi kebijakan, serta memberi masukan konstruktif ke kabinet yang sah,” tuturnya.

Jadi, kata dia, kehadiran Kabinet Bayangan seharusnya dapat berkontribusi dalam memberi masukan ke kabinet yang sah. Dikatakannya, Kabinet Bayangan dapat menjadi mitra kritis dan pengawas kebijakan yang konstruktif.“Karena itu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan kehadiran Kabinet Bayangan. Kabinet yang sah (pemerintah) seharusnya berterima kasih atas kehadiran kabinet Bayangan. Sebab, kabinet yang sah akan selalu diingatkan agar tetap akuntabel dan transparan,” pungkasnya.

Dikutip dari kabinetbayangan.id, Kabinet Bayangan ada untuk melakukan kritik yang lebih serius—bukan berdasarkan sentimen, melainkan melalui narasi tanding yang berbasis bukti (evidence-based).

"Kami ingin pemerintah memiliki sparing partner yang sepadan agar mereka lebih serius mengelola negara. Kami ingin publik teredukasi mengenai bagaimana seharusnya kebijakan publik dikelola. Rakyat harus berdaya, memiliki kanal untuk bersuara, dan memegang kendali atas jalannya pemerintahan," demikian dikutip dari laman tersebut.

Topik Menarik