Rupiah Merayap Tipis di Akhir Sesi, Hari Ini Sentuh Rp18.073 per Dolar AS

Rupiah Merayap Tipis di Akhir Sesi, Hari Ini Sentuh Rp18.073 per Dolar AS

Ekonomi | sindonews | Rabu, 29 Juli 2026 - 17:38
share

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat tipis pada akhir perdagangan Rabu (29/7/2026) usai meningkat 10 poin atau sekitar 0,06 menjadi Rp18.073 per dolar AS. Perlawanan kurs rupiah terhadap dolar juga terlihat pada data JISDOR BI (Bank Indonesia) yang bertengger ke posisi Rp18.087, atau sedikit membaik dari sesi sebelumnya di Rp18.088/USD

Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, bahwa salah satu sentimen datang dari eksternal yakni para pelaku pasar terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah setelah Iran meluncurkan sejumlah rudal balistik yang menyasar pasukan AS di kawasan tersebut.

“Meskipun Komando Pusat AS menyatakan bahwa seluruh rudal berhasil dicegat, serangan ini menandai eskalasi baru setelah beberapa hari situasi relatif tenang, sekaligus memperkuat kekhawatiran bahwa jeda diplomatik yang sempat terjadi bisa segera buyar,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Baca Juga: Rupiah Kian Tertekan Sentuh Rp18.100, Pasar Tunggu Bos Baru BI

Ketegangan kembali meningkat setelah pasar sempat semakin optimistis bahwa upaya diplomasi akan menunjukkan kemajuan, menyusul pertemuan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump di Washington.

Trump kemudian menyatakan adanya peluang besar bagi kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran, meskipun pihak Teheran membantah adanya niat untuk melakukan negosiasi ataupun gencatan senjata.

Di sisi lain upaya untuk membuka kembali Selat Hormuz juga mengalami kebuntuan setelah Iran menolak usulan Oman mengenai pembentukan kerangka kerja bersama untuk pengaturan lalu lintas pelayaran di jalur perairan strategis tersebut.

Baca Juga: Ditinggal Perry Warjiyo, Begini Strategi Baru BI Jaga Stabilitas Rupiah

Sementara ancaman terhadap infrastruktur energi kawasan tetap ada menyusul laporan Arab Saudi mengenai keberhasilan mereka mencegat pesawat nirawak (drone) dan rudal yang menargetkan fasilitas minyak di Provinsi Timur negara itu.Pelaku pasar mungkin enggan untuk memasang taruhan agresif menjelang dirilisnya hasil pertemuan kebijakan FOMC yang krusial, yang akan dirilis Kamis dini hari pukul 01.00 WIB, yang akan memberikan petunjuk tentang jalur kebijakan Federal Reserve AS (Fed) di masa mendatang.

Menjelang peristiwa penting terkait kebijakan bank sentral, para pedagang mengurangi taruhan kenaikan suku bunga Fed di tengah harapan baru akan diplomasi AS-Iran untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama lima bulan, yang menyebabkan penurunan harga minyak dan meredakan kekhawatiran inflasi.

Dari sentimen domestik, pasar merespon negatif terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto yang menurun drastis menjadi 49,5 masyarakat puas dengan kebijakannya. Hal itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia terhadap 4.250 responden pada periode 14 Juli hingga 24 Juli 2026.

Tingkat kepuasan kinerja Prabowo ini turun sekitar 18 dari hasil survei Indikator Politik Indonesia pada April 2026. Saat itu, tingkat kepuasan kinerja Prabowo mencapai 68. Bahkan pada Desember 2025, tingkat kepuasan terhadap kinerja Prabowo mencapai 81.

Kemudian, pasca pengunduran Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia. BI terus berkomitmen menjaga stabilitas yang menjadi prasyarat utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat, sehingga konsisten mendukung pencapaian sasaran inflasi dan mendorong kegiatan ekonomi. Selain itu optimalisasi bauran kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah ditingkatkan, tidak hanya mengandalkan suku bunga kebijakan, instrumen moneter lain juga dipertajam.

Berbagai instrumen terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar, sekaligus mendukung masuknya aliran modal asing. Instrumen yang dioptimalkan termasuk triple intervention di pasar valas (spot, non-deliverable forward/NDF, dan domestic non-deliverable forward/DNDF) serta optimalisasi instrumen moneter, seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang didukung fasilitas insentif swap dan DNDF hedging.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp18.070-Rp18.130 per dolar AS.

Topik Menarik