Respons Kabar Purbaya ke BI, Ini Profil 3 Kandidat Kuat Menteri Keuangan
Menguatnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI) memicu spekulasi mengenai sosok teknokrat yang berpeluang mengisi posisi Bendahara Negara. Apabila skenario pergeseran kepemimpinan di bank sentral tersebut terwujud, sedikitnya terdapat tiga nama kandidat kuat yang dinilai memiliki modal rekam jejak mumpuni untuk memimpin Kementerian Keuangan.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dolfie Othniel Frederic Palit menyampaikan bahwa proses pencalonan pimpinan bank sentral dilakukan secara formal melalui pengusulan resmi dari pihak eksekutif. "Sesuai Undang-Undang, Presiden akan mengusulkan calon Gubernur Bank Indonesia untuk mendapatkan persetujuan DPR RI (Komisi XI)," kata Dolfie seperti dikutip, Rabu (29/7/2026).
Baca Juga:Purbaya Dikabarkan Masuk Bursa Gubernur BI, Ini Tiga Kandidat Kuat Jadi Menkeu
Mekanisme suksesi kepemimpinan di Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan memiliki perbedaan mendasar dari sisi regulasi. Pengangkatan Gubernur BI memerlukan fit and proper test di Komisi XI DPR RI, sedangkan penunjukan Menteri Keuangan merupakan hak prerogatif Presiden berdasarkan Pasal 17 ayat (2) UUD 1945, yang memungkinkan pengangkatan pejabat baru secara langsung tanpa persetujuan parlemen.
Dinamika suksesi ini mengemuka setelah pengunduran diri Perry Warjiyo, di mana jabatan Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI saat ini diemban oleh Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti. Di tengah situasi geopolitik dan arus modal global yang dinamis, pelaku pasar keuangan menantikan kepastian susunan nakhoda baru pada dua lembaga otoritas ekonomi primer tersebut.Baca Juga:Media Asing Soroti Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo, Uji Independensi Bank Indonesia
Tiga nama potensial yang digadang-gadang berpeluang menggantikan Purbaya Sadewa di Kementerian Keuangan mencakup ekonom senior, birokrat fiskal, hingga mantan menteri eksekutif. Berikut adalah profil tiga kandidat kuat Menteri Keuangan jika Purbaya Sadewa ditunjuk menjadi Gubernur BI:
1. Anggito Abimanyu
Anggito Abimanyu merupakan akademisi, ekonom, sekaligus birokrat senior yang memiliki pengalaman panjang di ranah pengelolaan keuangan negara. Lahir di Bogor pada 19 Februari 1963, Anggito meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1985, sebelum meraih gelar Master of Science (1989) dan Doctor of Philosophy (1993) dari University of Pennsylvania, Amerika Serikat.
Karier kepemimpinan Anggito di Kementerian Keuangan terbentang luas, mulai dari Staf Ahli Menteri Keuangan (2000–2003) hingga menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) pada periode 2004–2010. Selain itu, ia pernah dipercaya sebagai Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (2012–2014) serta Kepala Badan Pelaksana BPKH (2017–2022).Pengalaman perbankan Anggito diperkuat lewat perannya sebagai Kepala Ekonom Bank BRI (2014–2017) dan Komisaris BRI Syariah (2015–2017). Pada Oktober 2025, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Anggito sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2025–2030, menjadikannya salah satu kandidat dengan pemahaman sistemik paling utuh di bidang fiskal dan stabilitas sektor keuangan.
2. Budi Gunadi SadikinBudi Gunadi Sadikin merupakan figur manajerial berlatar belakang perbankan dan BUMN yang memiliki rekam jejak kepemimpinan lintas sektor. Lahir pada tahun 1964, Budi meraih gelar Sarjana Fisika Nuklir dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1988 serta melanjutkan studi ekonomi di Washington University, Amerika Serikat.
Sebelum masuk ke jajaran pemerintahan, Budi menghabiskan puluhan tahun kariernya di industri perbankan nasional dan internasional. Ia pernah menjabat sebagai Executive VP Consumer Banking Bank Danamon, Direktur Micro and Retail Banking Bank Mandiri (2006–2013), hingga mencapai puncak karier perbankannya sebagai Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk pada periode 2013–2016.
Kiprahnya di ranah publik berlanjut saat ditunjuk sebagai Staf Khusus Menteri BUMN (2016–2017), Direktur Utama PT Inalum (Persero) pada 2017, Wakil Menteri BUMN I pada 2019, hingga dilantik menjadi Menteri Kesehatan pada Desember 2020. Kombinasi keahlian di bidang korporasi, perbankan, dan eksekusi kebijakan publik menjadikannya salah satu figur potensial di portofolio keuangan.3. Chatib Basri
Muhammad Chatib Basri merupakan akademisi dan ekonom makro yang memiliki rekam jejak internasional serta pengalaman langsung menakhodai Kementerian Keuangan. Lahir pada 22 Agustus 1965, Chatib menempuh pendidikan sarjana di Universitas Indonesia (UI) sebelum meraih gelar Master dan Ph.D. dari Australian National University (ANU).
Ahli makroekonomi dan perdagangan internasional ini pernah mengemban berbagai posisi kunci di birokrasi, di antaranya Penasihat Khusus Menko Perekonomian (2004–2005), Wakil Menteri Keuangan untuk G20 (2006–2010), Kepala Badan Koordinasi Penanam Modal (BKPM) pada 2012, hingga dilantik sebagai Menteri Keuangan RI periode 2013–2014.
Pengalaman Chatib saat memimpin Kementerian Keuangan dalam mengatasi gejolak pasar global akibat taper tantrum pada 2013 menjadi nilai tambah strategis. Saat ini, pengajar FEB UI tersebut aktif sebagai Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) yang bertugas memberikan rekomendasi kebijakan prioritas langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.










