Perkuat Tata Kelola Ekspor Mineral, Sucofindo Sinergi dengan KSP dan Danantara
PT Sucofindo (Persero) memperkuat perannya sebagai perusahaan Testing, Inspection, Certification (TIC) dalam mendukung tata kelola ekspor mineral nasional. Melalui pengembangan strategi identifikasi mineral ikutan, termasuk Rare Earth Elements (REE) dan unsur radioaktif, Sucofindo mendorong proses verifikasi yang makin komprehensif, akurat, dan akuntabel guna mendukung hilirisasi mineral serta meningkatkan daya saing industri nasional.
Komitmen tersebut sejalan dengan agenda Rapat Koordinasi Tata Kelola Ekspor Mineral Kritis dan Logam Tanah Jarang yang digelar Kantor Staf Presiden (KSP), Senin (27/7) lalu. Dalam forum tersebut dibahas penguatan kebijakan dan tata kelola mineral strategis sebagai bagian dari percepatan hilirisasi nasional.
Baca Juga:Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7 dari Target RKAP 2025
Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi cadangan Logam Tanah Jarang (LTJ) yang diperkirakan setara sekitar 350 ribu ton Rare Earth Oxides (REO). Potensi tersebut, tegas dia, perlu dikelola melalui penguatan tata kelola dan hilirisasi agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
"Logam Tanah Jarang harus dipahami sebagai pembangunan rantai nilai industri nasional, bukan sekadar aktivitas pertambangan. Nilai tambah terbesar justru tercipta setelah proses pemisahan, pemurnian, hingga menjadi komponen industri berteknologi tinggi," kata Dudung dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).
Sejalan dengan upaya penguatan tata kelola ekspor mineral nasional, Sucofindo juga mempererat sinergi dengan Danantara Indonesia. Dalam pertemuan antara Chief Operating Officer Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria dan Direktur Utama Sucofindo Sandry Pasambuna, dibahas penguatan sistem verifikasi ekspor mineral yang lebih efektif, transparan, dan terintegrasi guna mendukung peningkatan daya saing industri pertambangan nasional.Dony Oskaria menyampaikan bahwa transformasi tata kelola, model bisnis, dan pengembangan sumber daya manusia menjadi fondasi penting dalam membangun BUMN yang profesional, adaptif, dan berdaya saing global."Kehadiran Danantara dan Badan Pengaturan BUMN melalui transformasi tata kelola, bisnis, finansial, serta pengembangan SDM telah menghadirkan model bisnis, operasi, dan budaya kerja baru yang mendorong BUMN menuju kinerja kelas dunia," ujarnya.
Baca Juga:Sucofindo Dorong Aksi Hijau lewat Carbon Talk di Hari Bumi 2025
Sementara, Sandry menegaskan bahwa Sucofindo berkomitmen mendukung agenda pembangunan nasional melalui layanan TIC yang independen, profesional, dan terpercaya.
"Sucofindo akan terus mendukung agenda pembangunan nasional melalui penguatan layanan verifikasi, inspeksi, pengujian, dan sertifikasi guna meningkatkan transparansi, kepatuhan, serta kredibilitas tata kelola sektor mineral maupun sektor strategis lainnya," tegasnya.
Sandry menambahkan bahwa transformasi perusahaan juga terus diarahkan pada penguatan tata kelola, percepatan adopsi teknologi, peningkatan kualitas layanan, serta perluasan jaringan operasional agar mampu menjawab kebutuhan industri yang semakin dinamis.
"Melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan kapabilitas, kami optimistis dapat terus memberikan nilai tambah bagi pembangunan nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global," tutupnya.










