Tim Pelajar Indonesia Sabet 4 Medali di Olimpiade Kimia Internasional 2026
Tim pelajar Indonesia berhasil membawa pulang tiga medali perak dan satu perunggu di ajang The 58th International Chemistry Olympiad (IChO) 2026 di Tashkent, Uzbekistan.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut empat murid binaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Puspresnas ini.
“Selamat kepada adik-adik yang meraih tiga medali perak dan satu medali perunggu pada ajang IChO. Raihan prestasi ini merupakan hasil dari proses pembinaan berkelanjutan yang dilakukan oleh Kemendikdasmen,”katanya, melalui siaran pers, Jumat (24/7/2026).
Baca juga: Indonesia Sabet 1 Emas, 2 Perak, dan 2 Perunggu di Olimpiade Fisika Internasional 2026
Berikut ini daftar nama peraih medali.
Medali Perak
1. Renault Tjandera dari SMAS Santa Laurensia, Banten)2. Muhammad Arya Razan (MAN Insan Cendekia Serpong, Banten)3. Aloysius Gonzaga Duta Setyawan (SMA Kesatuan Bangsa, D.I. Yogyakarta).
Perunggu
1. Ahmad Kautsar Al Ramadhani dari MAN 2 Kota Malang, Jawa Timur.Peraih medali perak Muhammad Arya Razan mengaku bersyukur atas hasil yang diraih. Ia menjalani rangkaian seleksi dan pembinaan yang panjang, mulai dari Olimpiade Sains Nasional (OSN), pelatihan teori dan praktikum, hingga mewakili Indonesia di Uzbekistan.
Arya juga mengajak generasi muda untuk terus mengasah kemampuan dan memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan.
Head Mentor Tim IChO Indonesia 2026, Deana Wahyuningrum, menjelaskan bahwa capaian tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Indonesia menempati peringkat ke-28 dunia dari sekitar 95 negara peserta, dengan torehan tiga medali perak dan satu perunggu. Pencapaian tahun ini lebih baik daripada tahun lalu yang memperoleh dua perak dan dua perunggu. Menurutnya, hasil menjadi modal berharga untuk menghadapi IChO tahun depan di Taiwan.
Guru Kimia MAN Insan Cendekia Serpong, Sartini Subaryatun, mengatakan keberhasilan Arya merupakan hasil dari proses pembinaan yang panjang sejak tingkat SMP hingga mengikuti pemusatan latihan nasional.
"Perjuangannya cukup panjang. Arya sudah mengikuti berbagai kompetisi sejak SMP, kemudian menekuni bidang kimia di MAN Insan Cendekia Serpong hingga berhasil meraih medali emas OSN dan lolos pembinaan nasional. Kami sangat bangga melihatnya mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional. Semoga prestasi ini dapat menginspirasi adik-adik kelas untuk mengikuti jejaknya," terangnya.
Sementara itu, ayah Muhammad Arya Razan, Syaiful Rochman, mengaku bangga atas capaian putranya yang berhasil mewakili Indonesia dan meraih medali pada IChO 2026.
"Kami sebagai orang tua selalu mendukung dan mendoakan yang terbaik. Alhamdulillah, perjuangan Arya membuahkan hasil. Saya sangat bangga karena ia telah mewakili Indonesia dan mengharumkan nama bangsa. Terima kasih kepada Kemendikdasmen melalui Puspresnas, para pembina, dan sekolah yang telah mendampingi seluruh proses pembinaan hingga kompetisi internasional," pungkasnya.










