Trisno Pas Band Abaikan Kaki Bengkak sebelum Divonis Gagal Ginjal Kronis

Trisno Pas Band Abaikan Kaki Bengkak sebelum Divonis Gagal Ginjal Kronis

Gaya Hidup | sindonews | Kamis, 23 Juli 2026 - 17:31
share

Bassist Pas Band, Bambang Sutrisno alias Trisno, tengah menghadapi komplikasi penyakit serius. Ia divonis gagal ginjal stadium lanjut hingga penyumbatan otak.

Rekan satu bandnya, Sandy, membeberkan bahwa Trisno selama ini cenderung abai terhadap gejala penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

Sandy bercerita bahwa rekan-rekan di Pas Band sebenarnya sudah menaruh curiga dengan perubahan fisik musisi berusia 55 tahun. Selain berat badan yang menurun, kaki sang bassist sering terlihat bengkak di atas panggung maupun saat latihan.

Baca Juga : Trisno Pas Band Kritis, Gagal Ginjal dan Alami Sumbatan di Otak"Sebenernya sudah beberapa tahun ini kami melihat ada yang enggak beres sama kesehatan Trisno. Tapi emang Trisno itu rokenrol banget, enggak mau bener-bener periksa ke dokter," kata Sandy, Kamis (23/7/2026).

Hal itu membuatnya baru mengetahui adanya gangguan liver dan tekanan darah tinggi pada pemeriksaan beberapa bulan lalu. Namun, kondisi itu rupanya berkembang lebih buruk dari yang diperkirakan.Pekan lalu, tubuh Trisno sudah tidak berdaya di rumah hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Tim dokter pun menyatakan ginjal Trisno sudah kehilangan fungsi utamanya hingga hanya tersisa 5 persen saja.

Baca Juga : Viral! Tantri Kotak Nyaris Dipeluk Penonton Pria di Atas Panggung

"Baru minggu lalu akhirnya bener-bener kita bawa ke rumah sakit karena sudah lemah di rumah. Kondisi terakhir masih intens cuci darah sampai ada kemungkinan untuk cangkok ginjal," ungkap Sandy.

Selain prosedur cuci darah rutin, Trisno juga harus melewati meja operasi akibat adanya sumbatan darah di otak. Prosedur ini sangat krusial agar Trisno terhindar dari kelumpuhan akibat stroke.

Sebagai sahabat, Sandy pun meminta doa dari para fans (Passer) agar Trisno bisa kembali pulih meskipun kini Trisno belum bisa banyak berkomunikasi karena adanya risiko kejang pascaoperasi kepala.

Topik Menarik