Plt Bupati Bekasi Bakal Evaluasi Kinerja Dirum Perumda Tirta Bhagasasi
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja akan mengevaluasi kinerja Direktur Umum (Dirum) Perumda Tirta Bhagasasi Daud Husin. Evaluasi ini sebagai respons aksi protes sejumlah karyawan pelat merah tesebut.
Para pegawai mempertanyakan kebijakan yang menghapus jam lembur karyawan, lalu macetnya usulan kenaikan golongan, penghapusan reimburse rawat inap, termasuk penghentian kerja sama dengan pihak rumah sakit.
Asep mengatakan, akan melakukan evaluasi kepada yang bersangkutan berlandaskan pada hasil kajian yang tengah disusun Dewan Pengawas (Dewas). "Nanti kita akan ada tim evaluasi, mereka ini internalnya mungkin jadi tidak kompak. Makanya pasti ada evaluasi dari saya," kata Asep pada Kamis (23/7/2026).
Baca juga: Resmi! Aset Tirta Bhagasasi Mulai Dialihkan, Layanan Air Bersih Bekasi Bakal Berubah
Asep yang juga merupakan Kuasa Pemilik Modal (KPM) ini mengatakan, kondisi internal perusahaan perlu mendapat perhatian karena muncul indikasi adanya persoalan komunikasi dan kekompakan di lingkungan manajemen. "Saya belum mengetahui secara detail persoalan yang terjadi, tiba-tiba muncul mosi seperti itu. Sebagai KPM, tentu saya akan melakukan evaluasi berdasarkan kajian dari Dewas," ujarnya.
Lihat video: ANTISIPASI KRIMINALITAS: Petugas Gabungan Gelar Operasi Kejahatan Jalanan di Bekasi
Jika nantinya hasil kajian dewas sudah dikeluarkan, maka tindak lanjut atas permasalahan yang terjadi bakal ia eksekusi sebagai bagian dari upaya perbaikan perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Bekasi ini. "Yang penting, Dewas buat kajian, kajiannya sampaikan ke saya untuk saya baca langsung ada evaluasi nanti biar kita prosedural," jelasnya.Di sisi lain, sejumlah pegawai menyampaikan kekecewaannya terhadap kebijakan yang dikeluarkan oleh Daud. "Tapi ini semua terbalik, kemarin dia (Dirum) sendiri berobat pakai duit perusahaan, giliran kita tidak boleh kenapa dia boleh," ungkap salah satu pegawai perempuan yang enggan disebutkan namanya.
Ibu anak tiga ini menjelaskan, sejak adanya rencana reimburse dan peghentian kerja sama rawat inap dihapuskan, seluruh karyawan sudah resah. "Kita tidak pernah tahu Pak kapan kita sakit dan sehat, jangan begitu, kami ini bawahan," katanya.
Dia menuturkan, pegawai berencana melakukan mogok massal bila tuntutan tidak diakomodir. Karena, bila kemudian tetap dipaksakan untuk bekerja kembali bersama Direktur Umum, maka tidak akan harmonis lagi. Apalagi, kekecewaan ini sudah sampai ke karyawan seluruh cabang.










