Profil Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo

Profil Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo

Olahraga | sindonews | Rabu, 22 Juli 2026 - 14:53
share

Bek muda Spanyol, Pau Cubarsi, menutup perjalanan gemilangnya di Piala Dunia 2026 dengan menyabet penghargaan Pemain Muda Terbaik. Menariknya, jauh sebelum mengangkat trofi di Amerika Serikat, pemain berusia 19 tahun itu pernah merumput di Indonesia saat membela Spanyol U-17.

Cubarsi menjadi salah satu pilar penting saat Spanyol memastikan gelar juara dunia usai menundukkan Argentina 1-0 melalui babak perpanjangan waktu di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Gol tunggal Ferran Torres mengakhiri kebuntuan setelah kedua tim bermain tanpa gol sepanjang waktu normal.

Di partai final, bek Barcelona tersebut tampil dominan di lini belakang. Ia menjadi pemain dengan jumlah sentuhan bola terbanyak, yakni 139 kali, mencatat enam sapuan, serta membukukan 121 operan akurat yang membantu Spanyol mengendalikan permainan.

Kontribusi Cubarsi juga berujung pada kartu merah Enzo Fernandez. Gelandang Argentina itu menerima kartu kuning kedua pada masa injury time babak kedua setelah melanggar Cubarsi dengan keras.

Penampilan konsisten sepanjang turnamen membuat Cubarsi layak menerima penghargaan pemain muda terbaik. Sejak fase grup hingga final, ia selalu menjadi pilihan utama dan tidak pernah tergantikan di jantung pertahanan La Furia Roja.

Catatan statistik menunjukkan Cubarsi menjadi pemain Spanyol pertama yang meraih penghargaan Pemain Muda Terbaik di Piala Dunia. Ia juga tercatat sebagai bek pertama yang memenangkan penghargaan tersebut sejak Manuel Amoros dari Prancis pada edisi 1982.

Berawal dari Girona, Bersinar Bersama Barcelona

Pau Cubarsi lahir pada 22 Januari 2007 dan mengawali perjalanan sepak bolanya di akademi Girona. Pada usia 11 tahun, ia direkrut Barcelona dan melanjutkan pembinaan di akademi La Masia hingga menembus tim utama.Debut profesionalnya bersama Barcelona terjadi pada Januari 2024 saat tampil di Copa del Rey menghadapi Unionistas de Salamanca. Performa impresifnya kemudian membawanya menjadi bagian penting skuad Barcelona yang meraih gelar LaLiga.

Tak lama berselang, Cubarsi dipanggil memperkuat tim nasional senior Spanyol pada Maret 2024. Saat itu ia mencatat sejarah sebagai bek termuda yang menjalani debut bersama Tim Matador, tepatnya pada usia 17 tahun, satu bulan, dan 28 hari.

Pernah Bermain di Stadion Manahan Solo

Sebelum bersinar di level senior, Cubarsi lebih dulu memperkuat berbagai kelompok usia Timnas Spanyol. Salah satu pengalaman berkesannya terjadi pada Piala Dunia U-17 2023 yang berlangsung di Indonesia.

Dalam turnamen tersebut, Cubarsi menjadi andalan lini belakang Spanyol dan tampil di seluruh pertandingan fase grup serta babak 16 besar yang digelar di Stadion Manahan, Solo.

Langkah Spanyol akhirnya terhenti pada babak perempat final setelah kalah tipis 0-1 dari Jerman di Jakarta International Stadium. Tim Panser kemudian melaju hingga menjadi juara turnamen.

Setelah tampil di Indonesia, karier Cubarsi terus menanjak. Ia turut memperkuat Spanyol pada Olimpiade Paris 2024 dan membantu negaranya merebut medali emas usai mengalahkan Prancis di partai final. Kini, pencapaian itu dilengkapi dengan gelar juara Piala Dunia 2026 sekaligus penghargaan pemain muda terbaik turnamen.

Topik Menarik