Gavi Akhirnya Buka Mulut setelah Dibanting Paredes di Final Piala Dunia 2026

Gavi Akhirnya Buka Mulut setelah Dibanting Paredes di Final Piala Dunia 2026

Olahraga | sindonews | Rabu, 22 Juli 2026 - 09:06
share

Gelandang muda Spanyol, Gavi, akhirnya angkat bicara mengenai insiden panas yang terjadi setelah final Piala Dunia 2026 melawan Argentina. Meski menjadi korban aksi kasar Leandro Paredes, pemain Barcelona itu justru meminta FIFA tidak menjatuhkan hukuman berat kepada gelandang Argentina tersebut.

Final Piala Dunia 2026 di Stadion New York/New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7) waktu setempat, berakhir dengan kemenangan Spanyol 1-0 atas Argentina melalui gol Ferran Torres pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu. Namun, euforia kemenangan La Roja nyaris tertutupi oleh kericuhan yang pecah sesaat setelah peluit panjang dibunyikan.

Dalam insiden tersebut, beberapa pemain dan staf Argentina terlibat bentrokan dengan kubu Spanyol. Nicolas Otamendi terlihat bersitegang dengan Rodri, seorang staf pelatih Argentina diduga memukul Dani Olmo, sementara Leandro Paredes bersama Thiago Almada terlibat aksi yang membuat Gavi terjatuh ke lapangan. FIFA pun telah membuka penyelidikan resmi terhadap keributan tersebut.

Meski banyak pihak mendesak agar Paredes dijatuhi sanksi berat, Gavi memilih bersikap lebih tenang. Pemain berusia 21 tahun itu menilai insiden tersebut memang tidak pantas ditonton, terutama oleh anak-anak, tetapi masih merupakan bagian dari tensi pertandingan sepak bola.

"Saya rasa mereka tidak perlu dijatuhi sanksi. Saya paham itu bukan contoh yang baik bagi para pemain muda, tetapi sepak bola juga memiliki sisi kerasnya. Mungkin keputusan yang paling masuk akal adalah mengusirnya saat pertandingan masih berlangsung. Pada akhirnya, itu semua bagian dari sepak bola," kata Gavi, seperti dikutip media Spanyol SER.Sebelumnya sempat beredar laporan bahwa Paredes menerima kartu merah setelah bentrokan tersebut. Namun FIFA kemudian mengonfirmasi kabar itu tidak benar. Nama gelandang Boca Juniors tersebut bahkan tidak tercatat menerima kartu merah dalam laporan resmi pertandingan, meski penyelidikan disiplin terhadap insiden pascalaga tetap berlangsung.

Di tengah sorotan itu, Paredes akhirnya menyampaikan pernyataan melalui media sosial. Namun, ia sama sekali tidak menyinggung kericuhan yang terjadi seusai laga. Ia hanya menyampaikan rasa bangga telah memperjuangkan Argentina hingga final.

"Hari ini saya menulis dengan hati yang berat karena gagal memberikan kebahagiaan yang sangat layak diterima negara kami. Namun dada saya penuh kebanggaan karena kami telah memberikan segalanya dan kembali membawa bendera Argentina berada di level tertinggi," tulis Paredes.

Kini, perhatian tertuju pada keputusan Komite Disiplin FIFA. Badan sepak bola dunia itu masih memeriksa seluruh laporan pertandingan dan rekaman video untuk menentukan apakah akan menjatuhkan sanksi tambahan kepada para pemain maupun ofisial Argentina yang terlibat dalam kericuhan seusai final.

Topik Menarik