Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk kembali memperkuat komitmennya dalam mengembangkan ekonomi sirkular berbasis masyarakat dengan meresmikan Rumah Maggot Garudafood di Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari pengembangan Program Kampung Wirausaha Maggot Garudafood yang tidak hanya mengurangi sampah organik, tetapi juga menciptakan peluang usaha dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
"Rumah Maggot Garudafood merupakan wujud komitmen Garudafood dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan melalui pendekatan Creating Shared Value (CSV), dengan menciptakan manfaat bersama bagi masyarakat, lingkungan, dan perusahaan," ujar Head of Corporate Communication and External Relations Garudafood Dian Astriana dalam pernyataannya, Selasa (21/7/2026).
Baca Juga:Garudafood Raup Laba Rp756,2 Miliar di 2025, Bagikan Dividen Rp9,5 per Saham
Peresmian Rumah Maggot Garudafood ditandai dengan pemotongan pita yang dihadiri perwakilan Garudafood, Biomagg selaku mitra pelaksana, Pemerintah Kota Depok, pemerintah kecamatan, serta pemerintah kelurahan. Selain di Depok Jaya, perusahaan juga membangun rumah maggot di Kelurahan Jatijajar dan Sukmajaya sebagai bagian dari perluasan program pemberdayaan masyarakat.
Setelah peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan budi daya maggot Black Soldier Fly (BSF) serta sesi berbagi pengalaman antar kelompok binaan. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pendampingan teknis mengenai pengelolaan budi daya, pengolahan sampah organik, hingga strategi mengembangkan usaha secara berkelanjutan.Salah satu penerima manfaat sekaligus Ketua Kelompok Budi Daya Maggot Depok Jaya, Hadijah, mengatakan kelompoknya berhasil membangun rumah maggot setelah mendapat pendampingan dari kelompok binaan di Kelurahan Limo dan dukungan penuh dari Garudafood bersama Biomagg. Panen perdana kelompok tersebut menghasilkan 20 kilogram maggot, sekaligus meningkatkan partisipasi warga yang kini secara mandiri membawa sampah organik rumah tangga ke rumah maggot."Awalnya kami menimba ilmu dari kelompok binaan Kelurahan Limo, hingga kemudian dikenalkan dengan Biomagg dan mendapat dukungan penuh dari Garudafood untuk mendirikan rumah maggot ini. Panen perdana kami berhasil mencatatkan 20 kilogram maggot. Namun, yang paling mengharukan adalah melihat antusiasme warga sekitar yang kini secara mandiri membawa sampah organik mereka ke sini. Rumah Maggot Garudafood ini terbukti hadir sebagai solusi nyata dalam mengurai permasalahan sampah organik di lingkungan kami," ujar Hadijah.
Baca Juga:Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu, 146 Pasar Dilengkapi Tempat Sampah Pilah
Sejak diluncurkan pada 2024, Program Kampung Wirausaha Maggot Garudafood telah berkembang ke tujuh kelurahan di Kota Depok, yakni Jatijajar, Sukmajaya, Depok Jaya, Limo, Meruyung, Tanah Baru, dan Jatimulya, dengan melibatkan lebih dari 60 kepala keluarga. Hingga Juni 2026, program tersebut telah menghasilkan 9,7 ton maggot BSF, mengelola lebih dari 100 ton sampah organik rumah tangga, serta berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon sebesar 325 ton CO₂e.
Garudafood juga tengah membangun ekosistem maggot yang terintegrasi melalui penguatan budi daya dan pengembangan produk turunan, seperti pakan ternak dan pupuk organik. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka peluang usaha baru, sekaligus meningkatkan kesejahteraan kelompok binaan secara berkelanjutan.
Dian menegaskan keberhasilan program tidak lepas dari kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, mitra pendamping, dan masyarakat. Ke depan, Garudafood berkomitmen mereplikasi Kampung Wirausaha Maggot di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi sirkular, mengurangi timbulan sampah organik, serta mendorong pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan secara bersamaan.










