Cyber Breaker Season 3 Jembatani Kebutuhan SDM Digital Pemerintah dan Sektor Bisnis
Kompetisi keamanan siber Cyber Breaker Competition Season 3 yang diselenggarakan Peris.ai Cybersecurity bersama RRQ berhasil menarik 916 peserta atau 458 tim dari berbagai daerah di Indonesia. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga dikembangkan sebagai talent pipeline untuk menjembatani talenta muda dengan kebutuhan industri keamanan siber.
"Melalui Cyber Breaker Competition Season 3, kami ingin menunjukkan bahwa cybersecurity bisa menjadi ruang yang lebih terbuka, menarik, dan berdampak bagi generasi muda Indonesia. Kami percaya talenta cyber Indonesia memiliki potensi besar, dan tugas kita bersama adalah membuka panggung, membangun ekosistem, serta menghubungkan talenta tersebut dengan kebutuhan industri dan bangsa," kata Head of Cyber Breaker Competition Rheza Dio dalam Grand Final Cyber Breaker Competition Season 3 di Garuda Spark Innovation Hub Jakarta, dikutip pada Kamis (16/7/2026).
Baca Juga:Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
Jumlah peserta pada musim ketiga meningkat signifikan dibandingkan Season 1 yang diikuti 137 peserta dan Season 2 sebanyak 616 peserta. Peris.ai menilai peningkatan tersebut mencerminkan tingginya minat generasi muda terhadap kompetisi keamanan siber yang legal, edukatif, dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.
Cyber Breaker mengusung konsep cyber esports dengan memadukan live hacking battle, edukasi publik, competitive storytelling, serta pengalaman pertandingan ala esports. Setelah melalui babak penyisihan secara daring, delapan tim terbaik melaju ke fase liga dan playoff, sebelum tiga tim bersaing di babak final secara luring untuk memperebutkan gelar juara.
Rheza mengatakan Cyber Breaker dirancang tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan sebagai wadah pengembangan talenta yang mempertemukan peserta dengan komunitas, perusahaan, dan pemangku kepentingan. Melalui platform tersebut, peserta dapat mengasah kemampuan teknis, memperluas jaringan profesional, sekaligus memperoleh peluang berkarier di industri keamanan siber.
Baca Juga:Ancaman Siber Kian Canggih, ITSEC Cyber Academy Siapkan Tentara Digital untuk Kemhan Senilai Rp960 Miliar
Pada penyelenggaraan tahun ini, Peris.ai juga memperkenalkan Cyber Breaker Bounty – Live Bug Bounty Showcase, yakni program yang mempertemukan perusahaan dengan ethical hacker melalui mekanisme responsible disclosure. Seluruh pengujian keamanan dilakukan secara legal dan terbatas pada aset yang telah memperoleh persetujuan perusahaan, sementara hasil temuannya hanya disampaikan kepada pihak terkait.
Grand Final Cyber Breaker Competition Season 3 didukung PT Satria Siber Nusantara sebagai sponsor utama dan dihadiri perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), RRQ, serta pelaku industri keamanan siber. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat ekosistem keamanan siber nasional sekaligus mendukung pengembangan ekonomi kreatif digital berbasis talenta teknologi.








