Trump Batal Pungut Biaya 20 di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS

Trump Batal Pungut Biaya 20 di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS

Ekonomi | sindonews | Kamis, 16 Juli 2026 - 09:00
share

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan rencana pengenaan biaya sebesar 20 terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Sebagai gantinya, Washington memperoleh komitmen investasi bernilai besar dari sejumlah negara Teluk melalui skema kerja sama perdagangan dan investasi.

"Berdasarkan pembicaraan yang sangat produktif dengan para pemimpin Timur Tengah, saya memutuskan mengganti biaya penggantian 20 untuk AS dengan kesepakatan perdagangan dan investasi yang akan dilakukan berbagai negara Teluk di AS," tulis Trump melalui akun Truth Social dikutip dari Fox Business, Kamis (16/7/2026).

Baca Juga:Perang dengan AS Kian Memanas, Iran Ancam Hentikan Semua Ekspor Energi dari Timur Tengah

Trump mengatakan keputusan tersebut diambil setelah arus pengiriman minyak dan gas alam melalui Selat Hormuz mulai kembali normal. Jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab itu sebelumnya sempat terganggu akibat meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.

Menurut Trump, pasokan energi kini kembali mengalir dengan lancar berkat operasi militer AS di kawasan. Meski demikian, Washington tetap akan memberlakukan blokade penuh terhadap kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran maupun kapal yang mengangkut muatan asal Iran."Kami akan memberlakukan blokade penuh, tetapi hanya terhadap kapal yang datang dari atau menuju pelabuhan Iran, atau yang mengangkut kargo terkait Iran," ujar Trump.

Pengumuman tersebut disampaikan di tengah upaya Iran mempertegas klaim kedaulatan atas Selat Hormuz. Teheran menyatakan memiliki otoritas atas kawasan tersebut, meskipun jalur itu selama ini diakui sebagai perairan internasional yang bebas dilintasi kapal-kapal komersial.

Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi di Gedung Putih, Trump mengungkapkan para pemimpin negara-negara Teluk menyatakan kesediaannya menanamkan investasi di AS dalam jumlah yang disebutnya sebagai rekor baru.

Trump menilai skema investasi lebih menguntungkan dibandingkan mengenakan pungutan terhadap kapal yang melintas. Menurut dia, Amerika Serikat selama bertahun-tahun telah mengeluarkan sumber daya besar untuk menjaga keamanan Selat Hormuz yang menjadi jalur perdagangan energi dunia, sehingga sudah sewajarnya memperoleh kompensasi."Saya tidak keberatan melindungi jalur itu untuk siapa pun. Namun, tidak adil jika kami tidak memperoleh kompensasi. Mereka akan berinvestasi besar-besaran di Amerika Serikat dan saya jauh lebih menyukai cara itu," kata Trump.

Baca Juga:Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran

Keputusan tersebut diambil setelah pasukan AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan rudal serta pesawat nirawak. Iran kembali menegaskan memiliki kendali atas Selat Hormuz, sementara AS meningkatkan operasi militernya di kawasan.

Pada Senin, militer AS melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas militer Iran. Sehari kemudian, Trump menyatakan posisi Iran telah "sangat melemah" setelah serangkaian operasi militer tersebut.

Trump juga mengklaim sempat memberikan kesempatan kepada Iran untuk mencapai kesepakatan diplomatik. Namun, menurutnya, Teheran membatalkan kesepakatan yang hampir tercapai.

Topik Menarik