Menembus Batas Geografis, Layanan VIOLA Menjadi Jembatan Asa JKN di Ujung Negeri

Menembus Batas Geografis, Layanan VIOLA Menjadi Jembatan Asa JKN di Ujung Negeri

Nasional | sindonews | Senin, 13 Juli 2026 - 20:17
share

Bagi masyarakat yang tinggal di kota besar, mengurus administrasi BPJS Kesehatan mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa menit melalui aplikasi di smartphone. Namun, cerita akan sangat berbeda jika kita menengok kehidupan warga di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) seperti di Kepulauan Nias atau Mentawai. Akses transportasi yang sulit dan keterbatasan jaringan komunikasi sering kali menjadi dinding tebal yang memisahkan mereka dari hak layanan kesehatan.

Berangkat dari realitas mendalam inilah, BPJS Kesehatan menghadirkan inovasi kemanusiaan bernama VIOLA (Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi) serta mengoptimalkan gerak BPJS Keliling.

VIOLA: Menghapus Jarak dan KeterbatasanDirektur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengungkapkan bahwa kehadiran VIOLA didorong oleh sebuah kesadaran bahwa keadilan sosial di bidang kesehatan harus dirasakan oleh seluruh rakyat tanpa terkecuali. Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat luas, dan tidak semua wilayah siap atau mampu mengadopsi layanan digital secara mandiri karena kendala geografis dan belum familiarnya masyarakat dengan teknologi.

Melalui program Layanan Ujung Negeri (LANURI),yang menjadi salah satu Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi,VIOLA hadir sebagai solusi. Konsepnya sederhana namun berdampak besar yakni menghadirkan layanan video conference secara real-time di kantor-kantor desa, kelurahan, puskesmas, hingga sekolah di daerah terpencil. Dengan berkolaborasi bersama stakeholders setempat, BPJS Kesehatan bertindak sebagai jemput bola, mendatangi masyarakat yang selama ini terisolasi dari pusat layanan.

Senyum Warga di Nias dan MentawaiManfaat dari kehadiran VIOLA bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah kebahagiaan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat di pelosok negeri.

Saat dilakukan video conference serentak di daerah 3T, suasana antusiasme warga terlihat jelas. Salah satunya di Gunungsitoli, Pulau Nias. Kristina Zae, seorang staf medis yang bertindak sebagai fasilitator di lapangan, menceritakan betapa tingginya harapan masyarakat terhadap layanan ini.

"Masyarakat di sini sangat antusias. Mereka memanfaatkan berbagai pelayanan, mulai dari perubahan data, pendaftaran, hingga pemindahan fasilitas kesehatan (faskes). Responsnya sangat positif karena masyarakat kini tidak perlu lagi mengeluarkan ongkos dan biaya perjalanan yang besar untuk ke kantor cabang. Dengan layanan VIOLA, semua urusan jadi jauh lebih cepat dan mudah," kisah Kristina dengan penuh semangat.

Kisah serupa juga bergaung dari Kepulauan Mentawai yang berada di bawah wilayah Kantor Cabang Padang. Dengan total 49 titik layanan yang tersebar, para fasilitator setempat bersaksi bahwa kehadiran VIOLA benar-benar memangkas jarak fisik. Warga yang biasanya harus menempuh jalur laut atau medan darat yang berat, kini cukup datang ke titik layanan VIOLA terdekat untuk menyelesaikan urusan kepesertaan JKN mereka.

Gotong Royong Berskala NasionalDampak sosial yang dibawa oleh VIOLA terekam kuat dalam data pemanfaatan selama bulan Januari hingga Mei 2026, di mana tercatat ada 218.729 masyarakat yang telah terbantu. Puskesmas menjadi lokasi pelaksanaan VIOLA yang paling padat, dengan mayoritas penggunanya berasal dari segmen peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK),masyarakat yang memang paling membutuhkan uluran tangan pemerintah.

Keberhasilan gerakan LANURI ini tidak lepas dari sinergi kokoh lintas sektor. Kementerian Koperasi turut ambil bagian dengan mengerahkan jaringan Koperasi Desa Merah Putih yang memiliki akses internet di tingkat desa untuk menjadi posko layanan VIOLA. Sementara itu, Pusat Kesehatan TNI juga ikut memobilisasi personel Babinsa, fasilitas kesehatan TNI, hingga kapal bantu rumah sakit untuk menjangkau pulau-pulau paling terpencil.

Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Panel Barus mengapresiasi inisiatif BPJS Kesehatan dalam memperluas akses JKN bagi masyarakat 3T. Menurutnya, kehadiran layanan VIOLA dan BPJS Keliling ini merupakan terobosan yang mampu mendekatkan layanan administrasi JKN bagi masyarakat yang masih mengalami keterbatasan transportasi ataupun infrastruktur digital.

“Kementerian Koperasi menyambut baik kolaborasi ini, mengingat jaringan Koperasi Desa Merah Putih memiliki jaringan yang tersebar hingga ke tingkat desa dan kecamatan di seluruh Indonesia, serta memiliki akses internet untuk mendukung penyelenggaraan VIOLA maupun BPJS Keliling. Kami akan mendorong jajaran pengurus Koperasi di daerah 3T untuk mendukung pelaksanaan LANURI sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.

Sementara, Kepala Pusat Kesehatan TNI, dr. Hadi Juanda mengatakan bahwa pemerataan layanan kesehatan menjadi salah satu tantangan Indonesia, terutama di wilayah 3T yang masih mengalami keterbatasan akses, infrastruktur dan sumber daya manusia. Kehadiran LANURI pun diharapkan dapat menjawab tantangan tersebut.

“Jaringan pelayanan kesehatan TNI yang tersebar di seluruh negeri dapat dimanfaatkan untuk mendukung LANURI, misalnya mobilisasi personil di bidang kesehatan ke daerah terpencil, pemanfaatan fasilitas kesehatan TNI sebagai titik layanan tambahan, serta pengoperasian kapal rumah sakit yang bisa digunakan untuk layanan di pulau-pulau terpencil. Termasuk dengan mengerahkan sekitar 76.000 personil Babinsa yang tersebar di Indonesia,” katanya.

Pada akhirnya, VIOLA bukan sekadar inovasi teknologi atau program kerja berdurasi 100 hari. Ia adalah wujud nyata dari kehadiran negara di teras rumah masyarakat paling ujung, memastikan bahwa setiap embusan napas kehidupan di daerah 3T tetap terlindungi oleh jaminan kesehatan yang layak.

Topik Menarik