Inayah Wahid Debut di Film Foufo, Sempat Mengira Judulnya Fufufafa
KomikaInayah Wahid ikut debut dalam film terbaru yang disutradarai Bayu Skak berjudul Foufo. Dalam film tersebut ia berperan sebagai Suci, seorang petugas biro perjalanan ibadah haji yang terus meminta kepastian kepada Muslim terkait uang pelunasan ibadah haji ibunya.
Inayah mengatakan, film Foufo sendiri menjadi film layar lebar pertamanya. Meskipun, ia tidak diberi adegan terlalu banyak dan hanya berupa dialog saja.
“Film layar lebar pertama,” kata Inayah Wahid dalam konferensi pers di XXI Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Ia menyebut, karena adegan dirinya hanya berisi dialog telepon bersama karakter Muslim, ia tidak menerima skrip film berupa skrip secara utuh. Namun hanya skrip bagian adegan yang harus diperankannya.
Baca Juga : Inayah Wahid Resmi Menikah dengan Shalahuddin A. Warits, Kiai Asal Sumenep“Ini saya baru pertama kali sebenarnya saya senang banget. Jadi, baru pertama kali menerima skrip itu enggak dalam bentuk skrip, jadi cuman potongan adegan saya aja. Itu pun enggak ada, kalau misalnya sini itu dialog itu lengkap gitu, ini enggak. Beneran cuman dialog saya aja,” ucap dia.
Karena hal tersebut, Inayah mengaku sempat kebingungan dan tidak tau bagaimana cara melafalkan dialog dari skrip tersebut. Bahkan ia menuturkan bahwa dirinya tidak tahu cara membaca judul film tersebut dan sempat mengira bahwa judul filmnya adalah Fufufafa.
“Jadi, saya itu syuting, datang itu bahkan enggak tahu ini cara ngucapin judulnya tuh gimana. Tadinya saya sama tim itu berkeyakinan, ini filmnya tentang Fufufafa ya?,” ungkap Inayah.
Meski demikian, ia tetap berkenan untuk bermain dalam film tersebut. Sebab, mengetahui bahwa film tersebut akan menjadi film dengan bahasa daerah pertama yaitu bahasa Madura.
Baca Juga :Inayah Wahid Sepakat dengan Temannya yang Bilang Humor sebagai Pilar Kelima Demokrasi“Jadi beneran enggak tahu, tapi yang bikin saya mau karena Mas Bayu (Bayu Skak) waktu itu ngomongnya ini bakalan jadi film dengan bahasa daerah pertama, layar lebar maksudnya bahasa Madura pertama. Dan saya di situ sebagai tokoh orang Surabaya,” tutur dia.
Inayah menilai, film ini patut mendapat apresiasi karena perasaan dan identitas Madura yang dimunculkan. Apalagi banyak sisi lain dari karakter Madura yang tidak diketahui orang lain justru dimunculkan dalam film ini seperti sisi kekeluargaan dan religius dari orang Madura.
“Jadi saya bener-bener ‘oh, ya udah, oke’. Ini ini sesuatu yang kalau menurut saya patut diapresiasi banget. Identitas itu tetap dimunculkan apalagi tadi kalau kata Tretan itu banyak banget orang tuh kemudian melihat Madura itu stigmanya bla bla bla bla. Nah, ini memunculkan dalam bentuk yang beda,” pungkas dia.
Foufou menceritakan seorang pria bernama Muslim yang hidup di tengah himpitan ekonomi di Kampung Rombeng. Ia merupakan seorang pengepul rongsok keturunan Madura yang bercita-cita untuk membuat ibunya naik haji. Namun banyak cobaan, konflik serta situasi yang membuatnya dilema bahkan ia diberi ujian situasi mendesak bertubi-tubi.
Situasi berubah ketika ia menemukan bangkai UFO jatuh di pinggiran kota. Alih-alih menjual besi UFO, Muslim justru menyembunyikan UFO dan alien sekarat, lalu ia namai Foufo. Tak disangka, teknologi canggih yang dimiliki Foufo berhasil menyelesaikan berbagai masalah keluarga Muslim satu per satu.
Puncak konflik terjadi saat waktu pelunasan biaya haji jatuh tempo. Dimana uang untuk pelunasan itu malah dicuri oleh keluarga yang tinggal satu rumah dan dihidupi oleh Muslim. Namun di satu sisi, Foufo kehabisan energi. Muslim kini dihadapkan pada dilema krusial memberangkatkan haji ibunya, atau membantu Foufo pulang ke kapal induknya.
Sebagai informasi, film ini bakal segera tayang di bioskop mulai 9 Juli 2026 mendatang.










