Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji

Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji

Ekonomi | sindonews | Minggu, 28 Juni 2026 - 21:13
share

PT Indo Artha Multitek memperluas penetrasi bisnis di sektor teknologi kesehatan dan transformasi digital dengan membidik ekosistem penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di Indonesia. Langkah strategis ini diawali dengan memamerkan sejumlah inovasi mutakhir dalam ajang International Hajj and Umrah Expo di JHICC Senayan, Jakarta.

"Kami melihat pengelolaan haji ke depan harus semakin memanfaatkan teknologi informasi. Tanpa digitalisasi, akan sulit mengikuti perkembangan kebutuhan layanan yang semakin kompleks. Karena itu kami menghadirkan berbagai solusi, mulai dari teknologi kesehatan, sistem pelacakan jamaah (tracking), hingga pengelolaan data yang lebih efisien," ujar Direktur Utama Indo Artha Multitek di sela-sela pameran dikutip Minggu (28/6/2026).

Baca Juga:135.872 Jemaah Haji dan Petugas Telah Kembali ke Tanah Air

Dia menilai kebutuhan digitalisasi layanan haji merupakan peluang pengembangan bisnis yang menjanjikan, sekaligus menjadi bentuk kontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi jamaah. Salah satu produk andalan yang siap dipasarkan adalah perangkat body analyzer berbasis teknologi Korea yang kini telah memasuki tahap produksi massal.

Perangkat tersebut berfungsi sebagai instrumen skrining kesehatan calon jamaah secara cepat sebelum keberangkatan. "Melalui alat ini, kondisi kesehatan calon jamaah dapat dideteksi lebih awal guna membantu proses persiapan ibadah," kata dia.Selain untuk ekosistem haji, emiten teknologi ini juga memproyeksikan perluasan pasar perangkat tersebut ke berbagai sektor produktif lain, seperti fasilitas kesehatan, institusi pendidikan, pusat kebugaran, hingga area layanan publik seperti bandara.

Di samping memperkuat lini teknologi kesehatan, Indo Artha Multitek juga memperkenalkan inovasi sistem absensi dan identifikasi berbasis palm vein recognition atau pengenalan pola pembuluh darah telapak tangan. Teknologi ini diklaim menawarkan tingkat keamanan yang lebih tinggi dibandingkan pemindaian sidik jari maupun retina, sekaligus mempercepat proses verifikasi dengan kontak fisik yang minim. Perusahaan melihat potensi penerapan teknologi ini sangat luas, mulai dari pengelolaan data jamaah hingga manajemen kehadiran karyawan di perkantoran.

Untuk mendukung ekspansi pasar dan memastikan kepatuhan regulasi (compliance), manajemen memastikan seluruh produk yang dipasarkan telah mengantongi sertifikasi pengujian mutu dan memenuhi persyaratan perizinan resmi di Indonesia. Langkah ini menjadi modal kuat perusahaan dalam menjaga kepercayaan pasar dan pemangku kepentingan (stakeholders).

Baca Juga:Data Kemenhaj, 6.333 Jemaah Haji Kembali ke Tanah Air

Strategi pemasaran perseroan juga diperkuat dengan pembentukan tim pemasar yang menguasai kemampuan multibahasa, meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin. Penguatan kapasitas sdm ini sengaja disiapkan untuk memperluas jangkauan penetrasi pasar perusahaan, baik di pasar domestik maupun untuk menangkap peluang di tingkat internasional.

Indo Artha Multitek menargetkan dapat masuk ke dalam rantai pasok ekosistem digital haji dan umrah nasional melalui kolaborasi dengan pemerintah serta biro perjalanan. Perusahaan optimistis inovasi ini mampu berkontribusi nyata dalam mendongkrak efisiensi operasi sekaligus meningkatkan aspek pelayanan, keamanan, dan kenyamanan bagi jutaan jamaah Indonesia setiap tahunnya.

Topik Menarik