Mohamed Salah Cedera, Mesir Deg-degan Jelang Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Timnas Mesir berhasil mencatatkan sejarah dengan melaju ke babak gugur Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya. Namun, di balik keberhasilan tersebut, mereka kini dihantui persoalan serius setelah sejumlah pemain kunci mengalami cedera, termasuk Mohamed Salah.
Mesir memastikan tiket ke babak 32 besar usai bermain imbang 1-1 melawan Iran pada laga terakhir Grup G di Seattle, Sabtu (27/6/2026) WIB. Hasil itu membuat mereka finis di posisi kedua klasemen di bawah Belgia berkat keunggulan selisih gol dan akan menghadapi Australia pada fase gugur.
Meski sukses mengamankan tiket bersejarah, pertandingan melawan Iran meninggalkan pekerjaan rumah besar bagi pelatih Hossam Hassan. Laga berlangsung dramatis sejak menit-menit awal.
Baca Juga:Pesan Menyentuh di Ruang Ganti Timnas Iran: Bermain Jujur adalah Jiwa Sepak Bola
Dalam 14 menit pertama, kedua tim sama-sama mencetak gol, sementara kiper Mostafa Shobeir juga berhasil menggagalkan tendangan penalti Iran. Ketegangan terus berlanjut hingga akhir pertandingan, termasuk ketika gol Iran di masa injury time dianulir VAR karena offside.Di tengah drama tersebut, Mesir harus kehilangan beberapa pemain akibat cedera. Bek Mohamed Abdelmonem menjadi korban pertama setelah mengalami cedera lutut pada menit ke-14 dan terpaksa ditarik keluar.
Situasi semakin mengkhawatirkan ketika Mohamed Salah meminta diganti pada menit ke-56 setelah merasakan nyeri pada otot hamstring. Petaka belum berakhir. Menjelang laga usai, Ahmed Fatouh juga mengalami cedera hamstring.
Baca Juga:Aroma Konspirasi Mencuat: Gol Dianulir Wasit, Iran Gagal Lolos Otomatis ke Fase Gugur
Karena Mesir telah menggunakan seluruh jatah lima pergantian pemain, Fatouh terpaksa tetap bertahan di lapangan hingga pertandingan selesai. Masalah Mesir semakin bertambah setelah Mohanad Lashin menerima kartu kuning keduanya di turnamen, yang membuatnya harus menjalani skorsing saat menghadapi Australia.
Bahkan sebelum melawan Iran, Mesir sudah kehilangan Hamdy Fathy dan Hossam Abdelmaguid yang absen karena cedera. Meski diterpa badai cedera, pelatih Hossam Hassan tetap menunjukkan optimisme tinggi. Hassan menegaskan tidak sedikit pun meragukan kedalaman skuad yang dimilikinya. "Saya ingin mengatakan kepada seluruh rakyat Mesir bahwa saya memiliki pemain-pemain hebat yang tidak akan mengecewakan. Saya tidak khawatir," ujar Hassan dikutip dari The National.
"Saya ingin semua orang tetap optimistis karena saya tidak takut menghadapi siapa pun. Saya percaya penuh kepada seluruh pemain saya. Mereka semua pemain berkualitas."
Hassan mengingatkan bahwa timnya juga pernah menghadapi situasi serupa sebelum Piala Dunia 2026 berlangsung. "Kami pernah kehilangan banyak pemain saat menghadapi Spanyol dan Arab Saudi dalam laga persahabatan. Bahkan selama babak kualifikasi Piala Dunia kami kehilangan hampir setengah skuad. Jadi jika saya harus khawatir setiap kali ada pemain cedera, berarti saya tidak layak melatih Timnas Mesir," tegasnya.
Sorotan utama tentu tertuju pada kondisi Mohamed Salah. Hingga kini, tim medis Mesir belum mengungkapkan secara rinci tingkat keparahan cedera yang dialami penyerang Liverpool tersebut. Meski demikian, Hassan berharap cedera Salah tidak serius dan sang bintang bisa kembali memperkuat tim saat menghadapi Australia.
"Saya sudah berbicara dengan Salah dan insya Allah cederanya ringan. Kami masih memiliki cukup waktu baginya untuk menjalani pemulihan bersama tim medis. Dari percakapan kami, saya merasa dia tidak akan membutuhkan waktu lama untuk pulih," kata Hassan.










