Iran Tak Punya Keberuntungan, Apa yang Terjadi dengan Sepak Bola Teheran?

Iran Tak Punya Keberuntungan, Apa yang Terjadi dengan Sepak Bola Teheran?

Olahraga | sindonews | Minggu, 28 Juni 2026 - 01:01
share

TimnasIran masih menjaga asa untuk lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026 sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Namun, peluang tersebut kini bergantung pada hasil pertandingan lain yang harus berpihak kepada mereka.

Kekecewaan menyelimuti kubu Iran setelah kemenangan yang sudah di depan mata sirna pada menit-menit akhir. Gol Shoja Khalilzadeh pada menit ke-93 dianulir Video Assistant Referee (VAR) karena offside, sehingga Iran harus puas bermain imbang 1-1.

Bek senior Iran, Ramin Rezaeian, tak mampu menyembunyikan rasa frustrasinya usai pertandingan. Pemain yang mencetak gol penyeimbang sekaligus dinobatkan sebagai pemain terbaik laga itu merasa timnya pantas meraih kemenangan.

Baca Juga:Pesan Menyentuh di Ruang Ganti Timnas Iran: Bermain Jujur adalah Jiwa Sepak Bola

"Saya lelah, sungguh. Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan sepak bola kami di Iran, karena kami sama sekali tidak memiliki keberuntungan. Tim kami pantas memenangkan pertandingan. Pada akhirnya kami hanya bisa meminta maaf kepada rakyat Iran karena mereka pantas mendapatkan lebih banyak kebahagiaan," ujar Rezaeian dikutip dari The National, Minggu (28/6/2026)."Kami sudah memberikan segalanya. Sisanya adalah kehendak Tuhan, tetapi saya berharap Tuhan memberi kami sedikit keberuntungan agar kami bisa melaju ke babak berikutnya," lanjutnya.

Di sisi lain, legenda Mesir sekaligus mantan bintang Al Ahly, Mohamed Aboutrika, memberikan apresiasi tinggi kepada perjuangan Iran. Menurutnya, lawan Mesir itu tampil luar biasa meski harus menghadapi jadwal perjalanan yang sangat melelahkan sepanjang turnamen.

Baca Juga: Aroma Konspirasi Mencuat: Gol Dianulir Wasit, Iran Gagal Lolos Otomatis ke Fase Gugur

Iran diketahui harus bolak-balik dari markas mereka di Tijuana, Meksiko, menuju lokasi pertandingan di Los Angeles dan Seattle, Amerika Serikat. "Kami berhasil lolos, dan itu memang target kami sebelum Piala Dunia dimulai," kata Aboutrika dalam tayangan beIN Sports.

"Saya berharap kami bisa kembali fokus karena setelah kemenangan pertama melawan Selandia Baru tentu ada banyak perayaan. Namun, kami menghadapi lawan yang sangat tangguh dan berpengalaman. Mereka tidak pernah berhenti berlari, meski harus terus terbang dari Meksiko ke Amerika Serikat untuk setiap pertandingan. Iran menunjukkan karakter yang luar biasa."Aboutrika juga menilai Iran memiliki banyak keunggulan yang membuat Mesir kesulitan sepanjang pertandingan. "Mereka adalah tim yang sangat gigih. Mereka memiliki semangat juang, kebugaran fisik, permainan langsung, serta pemain-pemain berpengalaman. Mereka memiliki semua yang dibutuhkan untuk menyulitkan Mesir."

Meski puas dengan keberhasilan Mesir melaju ke babak gugur, Aboutrika mengakui timnya masih memiliki pekerjaan rumah, terutama setelah beberapa pemain mengalami cedera, termasuk Mohamed Salah. "Hasil imbang sudah cukup untuk memastikan kami lolos. Namun kami juga memiliki beberapa catatan negatif. Beberapa pemain mengalami cedera, terutama Salah. Saya berharap cederanya tidak serius."

"Sebelum turnamen dimulai, kami mengatakan bahwa mengumpulkan lima poin di grup ini akan menjadi pencapaian yang luar biasa. Dan kami berhasil mewujudkannya," imbuh Aboutrika.

Topik Menarik