WOSPAC Siapkan Fondasi Talenta Muda, Jaga Asa Indonesia Menuju Piala Dunia

WOSPAC Siapkan Fondasi Talenta Muda, Jaga Asa Indonesia Menuju Piala Dunia

Olahraga | sindonews | Sabtu, 27 Juni 2026 - 22:40
share

Keberhasilan Curacao, Haiti, dan Tanjung Verde (Cape Verde) menembus putaran final Piala Dunia 2026 menjadi bukti bahwa negara dengan tradisi sepak bola yang tidak sebesar kekuatan dunia pun mampu bersaing di level tertinggi. Kisah mereka menjadi inspirasi bahwa mimpi tampil di Piala Dunia dapat diwujudkan melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.

Keyakinan itulah yang dipegang WOSPAC Indonesia. CEO WOSPAC Indonesia, Benhard Sitorus, optimistis Indonesia memiliki potensi untuk mengikuti jejak negara-negara tersebut apabila mampu membangun ekosistem pembinaan pemain muda secara konsisten.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, WOSPAC Indonesia mengirim pemain berusia 13-14 tahun ke Spanyol untuk mengikuti kompetisi liga resmi. Program ini tidak hanya berfokus pada latihan, tetapi juga memberikan pengalaman bertanding dalam atmosfer kompetitif, sehingga para pemain terbiasa menghadapi tekanan pertandingan sejak dini.

Selain itu, para pemain juga memperoleh kesempatan membangun jaringan dengan pencari bakat, agen, hingga klub-klub Eropa, sehingga peluang meniti karier profesional semakin terbuka.

"Kami ingin menjadi jembatan agar anak-anak Indonesia bisa berkembang menjadi pemain hebat. Kesempatan harus bertemu dengan momentum. Tugas kami adalah menciptakan momentum itu agar bakat mereka tidak hilang begitu saja," kata Benhard dalam diskusi di Pekan Raya Jersey Coupe du Monde Edition di Senayan Park (Spark), Jakarta, Sabtu (27/6/2026).Menurut Benhard, WOSPAC tidak hanya membina kemampuan sepak bola, tetapi juga memastikan pendidikan formal para pemain tetap berjalan seiring dengan program latihan dan kompetisi.

"Kami memastikan anak-anak tetap bersekolah, berkembang di akademi, sekaligus membentuk karakter, kepercayaan diri, kemandirian, hingga kemampuan berkomunikasi. Semua berjalan selaras," ujarnya.

Sebelumnya, Benhard juga menjadi narasumber dalam Webinar Nasional "Piala Dunia dan Masa Depan Sepak Bola Indonesia" yang diselenggarakan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat melalui Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (24/6/2026).

Diskusi tersebut turut menghadirkan Direktur Operasional I.League Asep Saputra, pengamat sepak bola Suryopratomo, serta Koordinator Save Our Soccer Akmal Marhali. Para narasumber menyoroti pentingnya transformasi sepak bola nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembinaan usia dini, kompetisi yang sehat, infrastruktur yang memadai, serta tata kelola yang profesional.

Benhard menegaskan, generasi berbakat akan selalu lahir, namun mereka membutuhkan jalur yang tepat untuk berkembang."Momentum harus bertemu kesempatan. Kami tidak hanya menunggu pemain berbakat muncul, tetapi juga menciptakan peluang agar mereka bisa berkembang menjadi pesepak bola profesional," katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa pemain yang berkompetisi dan terdaftar di Spanyol selama tiga tahun berpeluang memperoleh status homegrown. Status tersebut memberikan keuntungan dalam regulasi kompetisi karena pemain dianggap sebagai hasil pembinaan lokal tanpa mengubah kewarganegaraan mereka.

Menurut Benhard, pembinaan usia muda merupakan fondasi utama kemajuan sepak bola Indonesia. Karena itu, WOSPAC tidak datang untuk menggantikan metode pembinaan yang sudah ada, melainkan melengkapi dengan membawa talenta Indonesia langsung merasakan atmosfer sepak bola Eropa.

Program WOSPAC mengombinasikan latihan berstandar tinggi, pendidikan formal internasional yang tetap terintegrasi dengan kurikulum Indonesia, serta pembentukan karakter agar pemain siap menghadapi tantangan sebagai atlet profesional.

Sebagai contoh, pada Mei 2026, WOSPAC telah menempatkan seorang pemain Indonesia berusia 14 tahun di klub Spanyol, Martorell. Penampilannya mendapat apresiasi langsung dari CEO WOSPAC, Alex Bosacoma Sesma, yang bahkan menilai pemain tersebut layak bersaing di level usia 17 tahun."Kami yakin masih banyak anak Indonesia yang memiliki bakat luar biasa. Yang mereka butuhkan hanyalah kesempatan dan lingkungan yang tepat untuk berkembang," ujar Benhard.

Melalui slogan "Jembatan Mengantar Mereka Jadi Hebat", WOSPAC Barcelona Representative Office Indonesia ingin menjadi mitra strategis dalam pembinaan pemain muda Indonesia. Organisasi ini menggabungkan pelatihan sepak bola, pendidikan, serta pembentukan karakter sebagai bekal menuju level profesional.

Benhard menegaskan, WOSPAC tidak hadir untuk menggantikan program PSSI, melainkan menjadi mitra jangka panjang yang melengkapi proses pembinaan nasional melalui kolaborasi dengan federasi, sektor swasta, maupun berbagai pemangku kepentingan.

"WOSPAC ingin menjadi solusi jangka panjang bagi pembinaan sepak bola Indonesia. Dengan kolaborasi yang kuat, kami yakin semakin banyak talenta Indonesia yang bisa ditempa di akademi-akademi elite dunia dan kelak membawa Indonesia bersaing di panggung internasional," tuturnya.

Ia optimistis Indonesia memiliki potensi besar menjadi kekuatan baru sepak bola Asia. Dengan sistem pembinaan yang tepat, dukungan seluruh pemangku kepentingan, dan kesempatan yang terbuka bagi pemain muda, impian Garuda tampil di Piala Dunia bukan lagi sekadar angan, melainkan target yang realistis untuk diwujudkan.

Topik Menarik