IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok 1,72, Terperosok ke Bawah 6.000
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada akhir perdagangan Jumat seiring tekanan jual di mayoritas sektor saham. IHSG turun 102,91 poin atau 1,72 ke level 5.896 dan kembali terperosok ke bawah level psikologis 6.000.
Pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia, tercatat sebanyak 130 saham menguat, 590 saham melemah, dan 239 saham stagnan. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp12,3 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 18,6 miliar saham.
Pelemahan juga terjadi pada sejumlah indeks utama lainnya. Indeks LQ45 turun 0,69 ke level 583, indeks Jakarta Islamic Index (JII) melemah 2,58 ke level 342, indeks IDX30 turun 0,53 ke level 331, dan indeks MNC36 terkoreksi 0,78 ke level 256.
Baca Juga:IHSG Babak Belur Jelang Akhir Pekan, Sesi Siang Ditutup Ambruk 2,73 ke 5.835
Hampir seluruh sektor saham berada di zona merah, dipimpin oleh sektor energi, konsumer non-siklikal, konsumer siklikal, infrastruktur, properti, bahan baku, transportasi, industri, teknologi, dan kesehatan. Sementara itu, hanya sektor keuangan yang berhasil mencatatkan penguatan pada perdagangan hari ini.
Di tengah pelemahan pasar, sejumlah saham masih mencatat kenaikan signifikan. Saham PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) memimpin daftar top gainers setelah naik 34,74 ke level Rp128, disusul PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) yang menguat 25 ke Rp350, serta PT Arthavest Tbk (ARTA) yang melonjak 23,15 ke Rp2.660.
Baca Juga:Rupiah Menguat, IHSG Hari Ini Ditutup Melejit Nyaris 2
Sebaliknya, saham-saham yang mengalami penurunan terdalam atau top losers antara lain PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) yang turun 14,88 ke Rp206, PT Colorpak Indonesia Tbk (CLPI) melemah 14,83 ke Rp1.465, dan PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) yang terkoreksi 14,68 ke level Rp1.395.
Pelemahan IHSG pada akhir pekan mencerminkan tingginya tekanan di pasar saham domestik di tengah sentimen global dan aksi jual investor pada mayoritas sektor. Pelaku pasar kini menantikan perkembangan sentimen eksternal dan arah kebijakan ekonomi yang dapat memengaruhi pergerakan indeks dalam jangka pendek.










