Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Pengacara Garda Prabowo, Ferdinand Hutahaean menilai mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto telah menyebarkan hoaks terkait pernyataannya yang mengaku diteror setelah menemukan alat yang diduga pelacak menempel pada kendaraan yang digunakannya. Ferdinand menyebut kasus tersebut memiliki kemiripan dengan kasus Ratna Sarumpaet pada 2019.
Menurut Ferdinand, Tiyo seharusnya mencari tahu lebih dahulu mengenai benda yang belakangan diketahui sebagai PBX Finder yang menempel di mobil tersebut. Terlebih, kendaraan yang digunakan juga disebut bukan milik Tiyo.
"Jadi jangan langsung menuduh. Nah tuduhan itu kita anggap adalah masuk kategori penyebaran hoaks di mana kasus ini agak identik dengan kasus Ratna Sarumpaet 2019," ungkap Ferdinand dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV, Selasa (23/6/2026).
Baca juga: Polisi Persilakan Tiyo Ardianto Bikin Laporan Dugaan Temuan Alat Pelacak di Mobil
Profil dan Rekam Jejak Mentereng Aulia Dwi Nasrullah, Jenderal Tempur Kopassus yang Jadi Waka BAIS
Ferdinand menilai Tiyo telah membangun narasi bahwa alat tersebut dipasang oleh pemerintah, padahal asal-usul benda tersebut belum diketahui secara pasti."Tetapi Tiyo menyampaikan sesuatu dan dia tidak tahu siapa yang memasang itu tapi dia berani bernarasi bahwa itu dipasang oleh pemerintah, penguasa," lanjut dia.
Lihat video: Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Resmi Dilaporkan ke Polres Tangsel!
Menurut Ferdinand, narasi yang dibangun Tiyo justru memicu kegaduhan di tengah masyarakat. Ia menilai hal itu turut memunculkan anggapan bahwa pemerintah bersikap represif."Dan itu membangun opini di tengah masyarakat masyarakat bahwa pemerintah itu represif. Maka munculah teman-teman kita dari YLBHI, dari aktivis civil society dan segala macam menuding pemerintah semakin melakukan pembungkaman, padahal tidak sama sekali," tandasnya.










