Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY

Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY

Ekonomi | sindonews | Selasa, 23 Juni 2026 - 16:40
share

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menegaskan posisinya sebagai daerah istimewa yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan kebudayaan, tetapi juga memiliki daya tahan ekonomi yang kuat. Keunggulan tersebut menjadi alasan penting bagi Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memotret secara lebih komprehensif peran berbagai sektor ekonomi di DIY melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).

Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, secara resmi mencanangkan pelaksanaan SE2026 di Teras Malioboro 1, Yogyakarta, Kamis (18/6). Menurutnya, hasil sensus nantinya akan mampu mengukur secara lebih akurat kontribusi sektor pendidikan terhadap perekonomian DIY.

“Kalau kita lihat pendidikan ini luar biasa perannya dalam membangun bangsa, baik membangun manusia maupun ekonomi. Sehingga setelah sensus selesai, kami akan mampu menghitung kontribusi sektor pendidikan terhadap perekonomian di DIY,” jelas Sonny.

Baca Juga: Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR

DIY dikenal sebagai Kota Pelajar yang menjadi tujuan pendidikan bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia. Keberadaan berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan tidak hanya menghasilkan sumber daya manusia berkualitas, tetapi juga menciptakan berbagai aktivitas ekonomi yang mendukung kehidupan masyarakat.Keunggulan tersebut tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) DIY yang menempati peringkat kedua tertinggi di Indonesia. Kondisi ini menunjukkan bahwa pendidikan menjadi salah satu fondasi utama pembangunan daerah.

Melalui SE2026, BPS akan memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai keterkaitan sektor pendidikan dengan berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari perdagangan, jasa, perumahan, transportasi, hingga sektor-sektor penunjang lainnya.

Selain dikenal sebagai Kota Pelajar, DIY juga merupakan pusat kebudayaan yang memiliki kekayaan warisan budaya adiluhung. Pada tahun 2024, DIY mencatatkan Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) tertinggi di Indonesia dengan nilai 71,04.

Baca Juga: Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa TerkecualiPencanangan SE2026 di Yogyakarta turut mengangkat nilai budaya lokal. Puncak acara ditandai dengan pelepasan jemparing atau busur panah tradisional, salah satu warisan budaya tak benda Indonesia, sebagai simbol dimulainya pelaksanaan SE2026 di DIY.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, DIY berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,49 persen sepanjang tahun 2025, tertinggi di Pulau Jawa. Capaian tersebut menunjukkan ketangguhan dan resiliensi ekonomi daerah yang ditopang oleh berbagai sektor, termasuk pendidikan, pariwisata, budaya, perdagangan, dan UMKM.

Melalui SE2026, BPS akan menghadirkan data ekonomi yang lengkap, mutakhir, dan terintegrasi sebagai dasar perencanaan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran. Lebih dari 600 Ribu Pelaku Usaha Akan Didata. Untuk mendukung pelaksanaan sensus di DIY, BPS menerjunkan sebanyak 4.082 petugas sensus yang akan mendata sekitar 606 ribu pelaku usaha.

Pencanangan SE2026 di Teras Malioboro 1 dipilih karena kawasan tersebut merupakan salah satu pusat UMKM, wisata belanja, dan kuliner modern yang menjadi simbol dinamika ekonomi masyarakat Yogyakarta. Dalam kegiatan tersebut, para pelaku UMKM turut dilibatkan melalui pemberian voucher belanja kepada peserta acara.

SE2026 menghadirkan sejumlah inovasi dibandingkan sensus ekonomi sebelumnya. Selain mencakup seluruh sektor ekonomi, pendataan kali ini dilakukan secara door to door kepada keluarga dan pelaku usaha, sehingga mampu menghasilkan gambaran ekonomi yang lebih menyeluruh. BPS juga memanfaatkan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung proses pendataan, membantu petugas meningkatkan kualitas data sekaligus meminimalkan kesalahan input.Keberhasilan SE2026 sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dan pelaku usaha. Untuk itu, Sonny kembali mengajak masyarakat mengingat slogan sederhana “TIR”, yaitu Terima petugas SE2026, Isi data dengan benar, Rahasia terjaga. Ia juga mengingatkan seluruh petugas sensus agar memastikan tidak ada keluarga maupun usaha yang terlewat serta menjaga kualitas data yang dikumpulkan.

Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X (KGPAA Paku Alam X), mengajak seluruh masyarakat Yogyakarta untuk berpartisipasi aktif dan memberikan data yang akurat. Menurutnya, hasil SE2026 akan menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam mendorong pertumbuhan UMKM, investasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kita memerlukan potret yang utuh mengenai dinamika usaha kita. Data tersebut akan menjadi dasar untuk meningkatkan pertumbuhan UMKM, investasi, dan manfaatnya lebih terasa bagi seluruh rakyat,” ujarnya.

Pemerintah daerah menjadi salah satu pihak yang akan memperoleh manfaat besar dari hasil SE2026. Data yang dihasilkan akan membantu pemerintah menyusun kebijakan pembangunan berbasis bukti (evidence-based policy) tanpa harus mengeluarkan anggaran pendataan secara mandiri melalui APBD. Tentu prasyaratnya adalah dukungan penuh selama pelaksanaan SE2026.

Dengan karakteristiknya sebagai Kota Pelajar, pusat kebudayaan nasional, sekaligus daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa, DIY menjadi salah satu wilayah strategis dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Hasil sensus ini diharapkan mampu memberikan gambaran utuh mengenai kekuatan ekonomi daerah serta menjadi pijakan penting bagi pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Topik Menarik