Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Patra Niaga Jaga Akses hingga Wilayah 3T

Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Patra Niaga Jaga Akses hingga Wilayah 3T

Ekonomi | sindonews | Jum'at, 19 Juni 2026 - 11:47
share

Pertamina Patra Niaga terus memperkuat ketahanan energi nasional dengan menjaga keandalan pasokan serta memperluas akses energi hingga wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) sepanjang Tahun Buku 2025. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan infrastruktur distribusi energi, digitalisasi subsidi, hingga pengembangan energi ramah lingkungan.

“Pertamina Patra Niaga menjalankan operasional penyediaan energi dengan mengedepankan prinsip 4A+1S, yakni Availability, Accessibility, Affordability, Acceptability, dan Sustainability,” kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).

Baca Juga:Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter

Menurut Roberth, capaian perusahaan selama 2025 merupakan hasil komitmen seluruh insan Pertamina Patra Niaga untuk memastikan energi tersedia, mudah diakses, terjangkau, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Ia menjelaskan, keandalan pasokan energi tercermin dari keberhasilan perusahaan menjaga distribusi BBM, LPG, dan avtur selama periode Ramadan-Idulfitri serta Natal dan Tahun Baru melalui satuan tugas khusus dengan dukungan pemantauan 24 jam dan koordinasi lintas instansi.

Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga memastikan kebutuhan energi tetap terpenuhi saat kondisi darurat dan kebencanaan melalui distribusi terintegrasi jalur darat, laut, dan udara bersama pemerintah, TNI/Polri, serta pemerintah daerah.

Dalam mendukung pemerataan energi, perusahaan memperluas Program BBM Satu Harga yang kini telah hadir di 588 titik di seluruh Indonesia. Pertamina Patra Niaga juga mengoperasikan 421 SPBU Nelayan guna mendukung produktivitas sektor perikanan dan memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.

Baca Juga:Pertamina Patra Niaga Poles 1.920 SPBU Melalui Program Retail Make Over

Penguatan infrastruktur energi nasional terus dilakukan melalui pengoperasian lebih dari 125 terminal BBM, 40 terminal LPG, 72 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), jaringan pipa, armada mobil tangki, kapal, hingga dukungan transportasi udara. Selama 2025, perusahaan juga meningkatkan kapasitas fasilitas penyimpanan strategis, termasuk pengembangan TBBM Maumere dan penyelesaian commissioning pembangunan TBBM Tanjung Batu tahap pertama.

Di sisi lain, Program Subsidi Tepat BBM dan LPG diperkuat melalui integrasi sistem digital yang telah diterapkan di 513 kabupaten/kota guna memastikan penyaluran subsidi lebih akurat dan tepat sasaran. Pertamina Patra Niaga juga memperluas layanan energi rendah emisi melalui Pertamax Green 95 yang hingga 2025 tersedia di 180 SPBU serta pengembangan bioenergi dan Sustainable Aviation Fuel (SAF/Bioavtur) untuk mendukung transisi energi nasional.

Roberth menambahkan perusahaan akan terus memperkuat perannya sebagai perusahaan distribusi dan perdagangan energi yang tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui penguatan ketahanan energi, pemerataan akses energi, dan pembangunan berkelanjutan.

Topik Menarik