MotoGP Mandalika 2026 Targetkan Dampak Ekonomi Lebih Besar
JAKARTA - MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika dinilai memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain mendorong sektor pariwisata dan investasi, ajang balap motor dunia tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal serta memperkuat citra Indonesia pada dunia.
Menurut Direktur Utama PT InJourney, Maya Watono pembangunan Mandalika sebagai destinasi unggulan tidak dapat dilakukan secara instan.
“Jadi lima tahun tidak terasa kita sampai di sini, tapi mungkin kita butuh lima tahun lagi untuk menjadikan destinasi ini, menjadi destinasi kelas dunia. Dan impact dari MotoGP untuk kawasan Mandalika dan NTB keseluruhan, itu sangat luar biasa,” kata Maya dalam Press Conference dan Launching Ceremony Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dikutip, Jumat (19/6/2026).
Penyelenggaraan MotoGP juga dinilai telah berhasil meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal. Maya mencontohkan transformasi petugas marshal MotoGP di Mandalika. Di mana pada penyelenggaraan perdana MotoGP tahun 2022, seluruh marshal masih didatangkan oleh penyelenggara internasional, Dorna Sports. Namun kini seluruh marshal yang bertugas berasal dari masyarakat NTB.
“Kita mulai mengekspor marshal-marshal kita ke Jepang dan Malaysia. Jadi sebenarnya SDM kita ini sangat luar biasa dan bisa kita tingkatkan tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga ke tingkat internasional,” tutur Maya. Maya juga menjelaskan MotoGP telah menjadi sarana promosi Indonesia yang efektif di tingkat global. Menurutnya, ajang tersebut disaksikan di lebih dari 200 negara dengan jangkauan mencapai 670 juta penonton di seluruh dunia.
“Sekarang kita tidak hanya memiliki nation branding, tetapi juga nation pride. Dunia mengenal Mandalika dan Indonesia dari gelaran MotoGP, dan sekarang kita punya local heroes yang menjadi kebanggaan bersama,” tuturnya.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyebut MotoGP merupakan bagian dari strategi pengembangan ekonomi melalui sektor sport tourism dan industri olahraga yang memiliki potensi pertumbuhan sangat besar.
Erick menambahkan nilai pasar sport tourism global saat ini mencapai sekitar USD625 miliar dan diproyeksikan meningkat menjadi USD2,7 triliun dalam beberapa tahun ke depan. Sementara industri olahraga dunia bernilai lebih dari USD500 miliar dengan pertumbuhan sekitar 8 per tahun.








