Polisi Persilakan Tiyo Ardianto Bikin Laporan Dugaan Temuan Alat Pelacak di Mobil
Polisi mempersilakan eks Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) Tiyo Ardianto membuat laporan resmi terkait temuan perangkat yang diduga alat pelacak pada mobil yang ditumpanginya seusai mengikuti aksi Gejayan. Sampai saat ini, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta(DIY) belum menerima laporan dari Tiyo.
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi dari Tiyo maupun pihak yang merasa dirugikan atas kejadian tersebut.
"Kami sampaikan bahwa hingga saat ini Polda DIY belum menerima laporan resmi dari pihak yang bersangkutan," ujar Ihsan dalam keterangannya, Selasa (17/6/2026).
Baca Juga: Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Meski belum ada laporan, Ihsan menyebut jajaran kepolisian tetap melakukan pemantauan serta pengumpulan informasi awal guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif."Meskipun demikian jajaran kami di lapangan tetap melakukan pemantauan dan pengumpulan informasi awal demi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif," katanya.
Polda DIY juga membuka kesempatan bagi Tiyo maupun pihak yang merasa dirugikan untuk segera melapor agar kepolisian dapat melakukan penyelidikan.
"Kami mempersilakan saudara Tiyo atau pihak yang dirugikan untuk segera membuat laporan resmi ke Polda DIY. Laporan tersebut penting sebagai dasar hukum bagi kami untuk melakukan penyelidikan secara prosedural, objektif dan mendalam," ujar Ihsan.
Sebelumnya, Tiyo mengaku menemukan alat pelacak yang diduga dipasang pada kendaraan yang ditumpanginya setelah mengikuti aksi Gejayan di Yogyakarta, Sabtu (13/6/2026).
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Tiyo menyebut telepon genggamnya menerima notifikasi mengenai keberadaan sebuah alat pelacak bernama PBX Finder yang bergerak bersamanya. Setelah dilakukan pengecekan, perangkat tersebut disebut ditemukan berada di bawah kendaraan yang digunakannya.
Tiyo menegaskan bahwa tekanan maupun intimidasi tidak akan menyurutkan sikap kritis yang diperjuangkannya.










