Dibongkar Ahmad Bahar, Begini Kronologi Lengkap Dugaan Penyekapan Anaknya oleh Hercules
JAKARTA - Penulis sekaligus ayah dari Ilma Sani Fitriana, Ahmad Bahar, mengungkapkan kronologi detail terkait peristiwa dugaan penyekapan terhadap anaknya oleh Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal. Hal itu diungkapkan Ahmad Bahar saat mendatangi Polda Metro Jaya untuk melakukan klarifikasi pada Rabu (17/6/2026).
Ahmad mengatakan dirinya baru mengetahui kejadian tersebut sekitar waktu Magrib. Saat itu, ia mengaku tidak berada di rumah dan sedang bertamu ke salah satu tokoh.
Saat mengetahui anaknya dibawa, ia sempat mencari pertolongan kepada teman-teman pengacaranya, namun belum ada yang datang untuk membantunya. Akhirnya, ia memberanikan diri untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Depok.
Infrastruktur Dinilai Belum Siap, Investasi Peternakan Ayam di Makassar Disarankan Ditunda
“Nah, kalau kaitan dengan peristiwa anak saya, saya baru tahu anak saya dibawa itu habis Magrib. Gara-gara dari jam 2-an siang sampai Magrib itu saya lagi bertamu di salah satu tokoh dan aturannya kalau kita bertamu HP harus dimatikan. Saya mencoba mencari pertolongan kepada banyak orang, banyak kawan-kawan lawyer, hanya saja karena hari itu hari Ahad, banyak yang lagi liburan, bahkan ada yang lagi di Tanah Suci,” kata Ahmad.
Ia sendiri mengaku awalnya tidak mengetahui pasti apa alasan anaknya dibawa dari kediamannya di Depok menuju Jakarta Barat. Polres Metro Depok pun akhirnya menghubungi pihak GRIB hingga akhirnya pihak GRIB mau membawa sang anak ke Polres Metro Depok dan tiba sekitar pukul 23.00 WIB.
“Jadi, saya nggak tahu apa masalahnya, kok tiba-tiba justru anak saya yang dibawa. Nah, saya kira di situlah awal mula akhirnya ada laporan yang dibuat oleh anak saya itu sendiri. Akhirnya menyampaikan ke Polres Depok dan sama, sat-set juga. Pihak Polres Depok menghubungi pihak Grib dan nggak lama kemudian menyampaikan bahwa katanya anak saya mau diantar ke Polres,” ujarnya.
Ahmad menuturkan saat itu Ilma belum mau menceritakan apa-apa. Namun, keesokan harinya barulah sang anak bercerita kepada Ahmad hingga akhirnya muncul laporan terhadap Hercules.
“Tapi ternyata anak saya kan nggak cerita apa-apa hari itu, baru cerita besoknya. Nah, dari cerita itulah saya kira akhirnya muncul laporan dari anak saya sendiri. Ya saya sebagai orangtua hanya mendukung. Ibaratnya ya keluhannya apa, disampaikan ke saya, ya saya harus merespons, menyampaikan nasihat, menyampaikan bimbingan. Dan terjadilah dua LP yang sudah disampaikan ke Polda Metro,” ungkap Ahmad.
Setelah mendengar cerita putrinya, Ahmad menuturkan masalah tersebut berawal dari adanya empat orang yang mendatangi rumahnya sekitar pukul 14.00 WIB. Empat orang tersebut awalnya mencari dirinya, tetapi karena ia sedang tidak berada di rumah, mereka kemudian bertemu dengan Ilma.
Pertemuan itu berlangsung hingga sore hari, ketika semakin banyak orang berdatangan ke rumah tersebut dan mendesak Ilma untuk dibawa karena dirinya tidak ada di tempat.
“Nah, sampai anak saya sebenarnya Ilma ini sudah berusaha mengulur-ulur waktu terus gitu. Bahkan, pihak empat orang ini meminta kalau nggak Ilma adiknya. Sementara adiknya sakit, setiap hari harus minum obat, jadi nggak mungkin,” tambah dia.
Bahkan, ia menyebut sempat ada perkataan yang dinilai menakut-nakuti anaknya sebagai bentuk desakan agar mau dibawa oleh orang-orang tersebut.
Posisi Hilal Penuhi Kriteria, Indonesia dan Saudi Diprediksi Iduladha Serentak 27 Mei 2026
“Awalnya berempat, tapi makin sore mendekati jam 5 itu makin ramai dan di situlah ada ada semacam omongan begini, ‘Ini daripada nanti ramai, lho. Kamu malah dipaksa oleh banyak orang, lho’. Ditakut-takutin begitu anak saya,” ucap dia.
Sebelumnya, Ketua Umum GRIB Jaya Hercules Rosario Marshal dilaporkan Ilma Sani Fitriana ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penyekapan terhadap dirinya. Ia dibawa beberapa orang dari kediamannya untuk dimintai klarifikasi terkait video yang diduga berisi ancaman terhadap istri Hercules dan dikirimkan menggunakan nomor Ilma serta ayahnya.
Meski demikian, Ahmad menegaskan dirinya dan Ilma sudah meminta maaf karena nomor dirinya dan sang anak dipakai oleh pihak lain untuk mengirim video tersebut, yang menurutnya sama sekali tidak mereka ketahui.
“Saya sebenarnya juga sudah minta maaf juga. Bukan dalam rangka membuat video, bukan atau mengirim video, bukan. Tapi meminta maaf karena nomor saya dan nomor anak saya digunakan oleh pihak lain untuk mengirim video,” pungkas Ahmad.









