Maskot Piala Dunia 2026 Jadi Alat Polisi Tangkap Gembong Narkoba
Demam Piala Dunia 2026 menghadirkan kisah unik dari Peru. Seorang terduga gembong narkoba justru ditangkap polisi yang menyamar sebagai maskot resmi Piala Dunia saat sedang menikmati euforia pertandingan pembuka turnamen antara Meksiko dan Afrika Selatan.
Operasi tak biasa itu berlangsung di Lima, Kamis (12/6). Dua anggota kepolisian Peru mengenakan kostum Clutch dan Maple, maskot yang mewakili tuan rumah Amerika Serikat dan Kanada, untuk mendekati target tanpa menimbulkan kecurigaan. Setelah memastikan keberadaan tersangka, petugas bersama tim lainnya langsung melakukan penggerebekan.
Kepala Green Squadron, unit khusus pemberantasan kejahatan jalanan Peru, Kolonel Carlos Alcántara, mengatakan strategi tersebut dipilih karena target diketahui sebagai penggemar berat sepak bola yang tengah larut dalam atmosfer Piala Dunia. "Kami mengetahui bahwa yang bersangkutan sangat antusias mengikuti Piala Dunia, sehingga penyamaran sebagai maskot menjadi cara paling efektif untuk mendekatinya," ujarnya.
Dalam rekaman yang diunggah kepolisian, petugas berkostum maskot terlihat ikut menerobos masuk ke lokasi sebelum membantu proses penangkapan. Polisi kemudian mengamankan Carlos Cabrera (48) dan menemukan 2.524 paket kokain serta satu pucuk senjata api dari lokasi penggerebekan.
Bagi kepolisian Peru, penyamaran unik bukan hal baru. Dalam sejumlah operasi sebelumnya, petugas pernah menyamar sebagai Santa Claus, Grinch, Deadpool, Wolverine hingga Freddy Krueger untuk menangkap pelaku kejahatan. Bahkan pada Hari Valentine 2024, seorang polisi berkostum beruang lengkap dengan balon dan hadiah berhasil memancing tersangka perempuan keluar rumah sebelum ditangkap. Kali ini, euforia Piala Dunia menjadi "umpan" terbaru yang sukses membantu aparat memenangkan pertandingan di luar lapangan.










