Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder

Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder

Ekonomi | sindonews | Minggu, 7 Juni 2026 - 15:57
share

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menggelontorkan dana sekitar Rp11 triliun untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasar obligasi domestik.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengendalikan pergerakan imbal hasil (yield) SBN, terutama tenor jangka panjang, di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan ketidakpastian pasar keuangan global.

"Untuk pembelian bond di secondary market, kita masih lakukan. Makanya kan yield yang 10 tahun dan berapa tahun, basically yield government bond agak terkendali kan, tidak terpengaruh oleh rupiah maupun pergerakan perusahaan. Sudah masuk Rp11 triliun so far ya," ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni dikutip Minggu (7/6/2026).

Baca Juga:Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039

Purbaya mengatakan kehadiran pemerintah di pasar sekunder berfungsi sebagai instrumen penyangga untuk meredam potensi gejolak di pasar obligasi, terutama ketika terjadi tekanan jual dari investor asing yang dapat mendorong kenaikan yield secara signifikan.

Menurut dia, strategi tersebut sejauh ini cukup efektif menjaga stabilitas pasar. Hal itu tercermin dari pergerakan yield SBN tenor panjang, termasuk tenor 10 tahun, yang masih berada pada level relatif terkendali meskipun pasar menghadapi berbagai tekanan eksternal.

Stabilitas yield dinilai penting karena menjadi acuan utama dalam menentukan biaya pinjaman pemerintah. Kenaikan yield yang terlalu tinggi berpotensi meningkatkan biaya penerbitan surat utang baru dan pada akhirnya menambah beban pembayaran bunga dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca Juga:Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi

Selain menjaga biaya pendanaan tetap efisien, intervensi di pasar sekunder juga bertujuan mempertahankan kepercayaan investor terhadap instrumen keuangan pemerintah dan memperkuat ketahanan pasar obligasi domestik di tengah dinamika arus modal global.

Pemerintah, lanjut Purbaya, akan terus menjalankan berbagai langkah stabilisasi secara terukur untuk memastikan pasar keuangan tetap kondusif serta mendukung pengelolaan fiskal yang berkelanjutan.

Topik Menarik