Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional

Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional

Ekonomi | sindonews | Minggu, 7 Juni 2026 - 16:24
share

Acaraki Jamu Festival 2026 hadir untuk mendorong jamu tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan penggerak ekonomi nasional yang memiliki daya saing global.

Festival yang mengusung tema "The Rise of Jamu Culture" tersebut digelar pada 6-7 Juni 2026 di Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, melalui kolaborasi antara Acaraki, Larutan Penyegar Cap Badak, BPOM RI, Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu), Kementerian Ekonomi Kreatif, serta berbagai komunitas dan pelaku UMKM.

"Acaraki Jamu Festival menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat kembali mengenal dan mencintai jamu sebagai warisan budaya Indonesia yang telah diwariskan lintas generasi. Festival ini juga menunjukkan bahwa jamu mampu beradaptasi dan terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman, sehingga tetap relevan bagi generasi muda saat ini," ujar Kepala BPOM Taruna Ikrar, di Hutan Kota, Plataran GBK, Minggu (7/6/2026).

Baca Juga:Sejarah Jamu dan Peraciknya Sejak Zaman Kerajaan

Menurut Taruna, Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan industri jamu berkat kekayaan biodiversitas yang dimiliki. Dari sekitar 40.000 spesies tanaman di dunia, sekitar 30.000 spesies di antaranya tumbuh di Indonesia dan menjadi sumber bahan baku potensial bagi pengembangan produk herbal dan obat tradisional.Penguatan industri jamu juga semakin mendapat legitimasi global setelah UNESCO menetapkan Budaya Sehat Jamu sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia pada 6 Desember 2023. Pengakuan tersebut menegaskan bahwa jamu bukan sekadar minuman tradisional, melainkan bagian dari identitas budaya bangsa yang mengandung nilai pengetahuan, sejarah, dan keberlanjutan.

Festival ini dibangun melalui pendekatan budaya dan ekonomi kreatif dengan menghadirkan berbagai kegiatan seperti pertunjukan seni, musik, kuliner, permainan tradisional, serta ruang interaksi yang dekat dengan generasi muda. Upaya tersebut diharapkan dapat mengubah persepsi masyarakat bahwa jamu bukan hanya dikonsumsi saat sakit, melainkan dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Di sisi lain, BPOM dan GP Jamu berperan memperkuat aspek kualitas, keamanan, edukasi, inovasi produk, serta pengembangan industri jamu nasional. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing industri herbal Indonesia di pasar domestik maupun internasional.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum GP Jamu Jony Yuwono mengatakan pelestarian jamu membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku industri, komunitas hingga masyarakat. "Inovasi produk dan penguatan UMKM menjadi kunci agar industri jamu dapat tumbuh berkelanjutan dan mampu menjawab kebutuhan pasar modern," kata dia.Baca Juga:Tren Minum Jamu Masih Digemari Generasi Muda Kekinian

Berbagai program seperti Jamu Fit Fest yang menghadirkan kegiatan lari, jalan sehat, yoga, poundfit dan zumba, serta Perjamuan Nusantara yang menampilkan produk jamu, kuliner tradisional dan UMKM dari berbagai daerah menjadi bagian dari upaya memperluas pasar jamu. Festival juga dimeriahkan dengan Kompetisi Jamu Mixologist, Parade Jamu Gendong, Karnaval Nusantara, hingga konser musik yang dirancang untuk menjangkau seluruh kelompok usia.

Festival ini diharapkan jamu semakin dikenal dan dikonsumsi masyarakat luas sehingga dapat berkembang tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sektor ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah, memperkuat UMKM, dan membawa produk herbal Indonesia lebih kompetitif di pasar global.

Topik Menarik