Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel

Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel

Nasional | sindonews | Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:11
share

Perubahan performa dan kinerja jam’iyyah terutama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjadi harapan seluruh warga Nahdliyin. Dengan begitu bisa mengantarkan NU lebih manfaat di setiap daerah di Indonesia.

Hal itu mengemuka dalam silaturahmi Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur KH Abdussalam Shohib arau Gus Salam dengan jam’iyyah NU di Sulawesi Selatan. Termasuk dengan para dato’, tomakaka, dan gurutta yang menggerakkan Nahdlatul Ulama di wilayah agraris dan maritim komunitas suku Bugis.

Silaturahmi KH Abdussalam Shohib bersama PWNU dan PCNU se-Sulawesi Selatan yang digelar di Hotel UIN Alauddin, Makasar ini mengangkat tema “Menjaga Langit Pesantren, Menata Organisasi Serta Menggerakkan Inovasi Demi Melayani Umat Dengan Arif dan Hikmat”.

Ketua PWNU Sulsel KH Hamzah Harun Al-Rasyid meminta agar proses menuju Muktamar ke-35 NU dijalankan dengan keterbukaan dan menjaga persaudaraan. "Kepada para kandidat calon ketua umum beserta para pendukungnya agar fokus pada agenda kebaikan yang diperjuangkan dan tidak perlu saling menjelekkan atau merendahkan," ucapnya, Sabtu (6/6/2026).

Baca juga: Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNUSedangkan, Rais Syuriyah PWNU Sulsel KH. Baharuddin berpesan kepada para kandidat calon Ketua Umum PBNU agar menata niat yang lurus, istiqomah dan ikhlas dalam berkhidmah. "Saya berharap para kandidat memiliki landasan ilmu yang mendalam serta memberi teladan nyata dan etika yang luhur," tegasnya.

Kiai Baharuddin juga mengingatkan pengurus tentang dinamika NU jelang Muktamar. Hal itu dikarenakan banyaknya kandidat yang maju sebagai ketua umum. Namun, ia berharap semua berjalan dan berakhir sejuk.

“Yang terpenting bagi kandidat ketua umum PBNU, ia muallim, berpengetahuan luas, zuhud; tidak ambisi duniawi, dan muharriq; muda, mau bergerak dan menjadi penggerak, serta ikhlas; berniat baik dan suci untuk khidmat. Dan, kriteria-kriteria itu juga dimiliki oleh Gus Salam,” tegasnya.

Lihat video: Satu Abad NU, PBNU Gelar Puncak Harlah di Istora Senayan

Sementara, Gus Salam sekaligus calon Ketum PBNU menyampaikan rasa hormat dan ta’dhimnya kepada Rais Syuriyah KH. Baharuddin dan Ketua Tanfidziyah PWNU Sulawesi Selatan KH Hamzah Harun Al-Rasyid. Keduanya berkenan untuk bertemu dan memfasilitasi silaturahmi dengan PCNU se-Sulawesi Selatan.

“Saya datang untuk silaturahmi karena para kiai sepuh di Jawa meminta agar saya sering silaturahmi ke semua elemen NU, terutama para sesepuh NU di daerah-daerah. Saya sowan ke Rais dan Ketua PWNU Sulsel. Beliau berdua ulama panutan di tanah Bugis, sekaligus akademisi hebat yang menjadi referensi generasi muda NU,” katanya.Gus Salam juga menyampaikan pujiannya kepada pengurus dan penggerak NU Sulawesi Selatan. “Semangat keagamaan mewarisi dan bersanad pada pendahulu kesultanan-kesultanan Bugis. Berkarakter dengan etos tinggi untuk menjaga harmoni sosial. Apalagi, pimpinan dan pengurus NU Sulsel, dominan akademisi dengan keahlian dan spesifikasi yang bisa membawa jam’iyyah pada manfaat nyata bagi umat dan masyarakat,” tambahnya.

Gus Salam menyebut potensi agraris dan maritim Sulawesi Selatan perlu dikelola untuk kesejahteraan masyarakat berbasis pesantren atau jam’iyyah di tingkat MWC dan Ranting. Jaringan 24 PCNU se-Sulsel menjadi modal mengkonsolidasi keberdayaan umat, dan PBNU berperan sebagai konduktor yang mengorkestrasi berbagai inisiatif dan gerakan khidmah.

“PBNU bisa berperan untuk membuka jejaring ekonomi nasional, memfasilitasi lembaga keuangan syariah berbasis nahdliyyin dan off-taker; pengatur sirkulasi produksi ke jaringan pasar,” kata Gus Salam.

Beberapa PCNU yang hadir dalam forum silaturahmi menyatakan apresiasinya terhadap Gus Salam bersama masyayikh pesantren Ploso Kediri yang telah datang dari Jawa ke tanah Bugis. Terutama niatan ikhtiar menjadi Ketua Umum PBNU dengan mengedepankan rekonsiliasi nasional, membangun kebersamaan dan soliditas pengurus hingga tingkat MWC.

“Saya mengapresiasi silaturrohim Gus Salam yang tidak hanya di Jawa, juga luar Jawa. Dan, tentunya akan bermanfaat tidak hanya bagi pengurus, juga warga NU. Terutama untuk mengembalikan marwah NU,” kata H. Ahmad Jaelani dari Jeneponto.“Saya turut apresiasi upaya Gus Salam untuk mensolidkan khidmah pengurus PCNU hingga MWC. Dan, saya berharap daerah-daerah yang memiliki lahan, bisa dibantu untuk pendirian dan pembangunan pesantren NU,” ungkap KH. Musram Mustafa dari Sinjai.

Silaturahmi Gus Salam bersama PWNU-PCNU se-Sulsel berjalan gayeng. Peserta forum antusias mengikuti awal hingga akhir. Bahkan usai forum, masing-masing peserta meminta photo bersama Gus Salam. Peristiwa dinamis seperti itu memicu tanggapan Rais PCNU Soppeng.

“Untuk pertama kalinya, ada kandidat calon Ketua Umum PBNU yang semua peserta antusias sampai akhir dan satu persatu minta photo bareng dengan Gus Salam,” ungkapnya kepada tim pendamping Gus Salam.

Topik Menarik