Balada Silmy Karim, dari Pindad, Krakatau Steel, Dirjen Imigrasi, Wamen Imipas, dan Pakai Rompi KPK
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim resmi mengenakan rompi oranye dengan tangan diborgol setelah diperiksa intensif di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (4/6/2026). Silmy menyerahkan diri ke KPK setelah dicari terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Imigrasi Jakarta Barat.
Sebelumnya, tim KPK menggeledah rumah Silmy Karim di Jalan Brawijaya Nomor 5, Jakarta Selatan. KPK menyegel dua mobil mewah di rumah Silmy.
Baca juga: Breaking News! Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK
Perjalanan karier Silmy cukup panjang dan banyak menempati posisi strategis hingga berujung menyerahkan diri ke KPK. Silmy menjabat Wamen Imipas sejak 21 Oktober 2024.
Sebelumnya, Silmy menjabat Dirjen Imigrasi pada awal Januari 2023. Mantan Direktur Utama PT Krakatau Steel ini menyingkirkan dua kandidat calon lainnya yakni Julexi Tambayong yang merupakan purnawirawan TNI AU sekaligus Kabalitbang Kementerian Pertahanan dan Lucky Agung Binarto yang menjadi Staf Ahli Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham). Pria kelahiran Tegal, 19 November 1974 yang lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Trisakti ini awalnya tidak mempunyai latar belakang di bidang militer dan pertahanan. Untuk memperdalam itu, dia menempuh pendidikan militer dan pertahanan di luar negeri, mulai dari NATO School di Jerman, Universitas Harvard, hingga Naval Postgraduate School di Amerika Serikat.
Berkat ilmu yang didapatnya, Silmy menjadi pakar bidang manajemen pertahanan dan keamanan nasional saat pulang ke Indonesia. Pada 2007-2008, Silmy menjadi Anggota Tim Supervisi Transportasi Bisnis TNI.
Kemudian pada 2008-2009, dia dipercaya menjadi Anggota Tim Nasional Pengalihan Aktivitas Bisnis TNI. Sejumlah posisi juga pernah dijabatnya seperti Staf Ahli Bidang Kerja Sama dan Hubungan Antar Lembaga KKIP (Komite Kebijakan Industri Pertahanan), Anggota Tim Pengendali Aktivitas Bisnis TNI, Staf Khusus BKPM, Anggota Tim Pakar Manajemen Pertahanan Kementerian Pertahanan, dan Anggota Dewan Analis Strategis BIN.
Tak hanya itu, Silmy juga tercatat pernah menjabat sebagai komisaris dan direktur pada beberapa BUMN. Pada 2011-2014, dia menjadi Komisaris PT PAL Indonesia.
Kemudian, pada Desember 2014-Agustus 2016, Silmy menjadi Direktur Utama PT Pindad. Pada 2016-2018, dia dipercaya menjadi Direktur Utama PT Barata Indonesia. Pada September 2018, Silmy mengemban amanah sebagai Direktur Utama PT Krakatau Steel.







