Iran Bantah Serang Bandara Kuwait, Tuding Sistem Patriot AS Jadi Penyebab

Iran Bantah Serang Bandara Kuwait, Tuding Sistem Patriot AS Jadi Penyebab

Berita Utama | okezone | Kamis, 4 Juni 2026 - 08:22
share

JAKARTA - Garda Revolusi Iran (IRGC) membantah bertanggung jawab atas serangan yang menghantam Bandara Internasional Kuwait, dan menewaskan satu orang serta melukai puluhan lainnya.

Juru bicara IRGC, Hossein Mohebi, mengatakan hasil investigasi internal menunjukkan Angkatan Udara Garda Revolusi tidak pernah menargetkan terminal penumpang bandara tersebut.

"Investigasi dan peninjauan kami terhadap serangan terminal penumpang Kuwait menunjukkan, bahwa Angkatan Udara IRGC tidak menembakkan satu pun tembakan ke sasaran ini," kata Mohebi, seperti dikutip dari saluran Telegram resmi IRGC, dilansir dari lemonde.fr, Kamis (4/6/2026).

Menurut dia, kerusakan pada terminal penumpang diduga disebabkan oleh rudal sistem pertahanan udara Patriot milik Amerika Serikat yang gagal melakukan intersepsi.

 

“Kerusakan terminal penumpang Bandara Kuwait disebabkan oleh kesalahan sistem Patriot Amerika yang jatuh ke area terminal setelah gagal mencegat rudal Iran,” ujarnya.

Sebelumnya, Garda Revolusi Iran mengakui melancarkan serangan ke Pangkalan Udara Al Salem di Kuwait. Pangkalan tersebut diketahui digunakan untuk menempatkan helikopter yang mendukung operasi militer Amerika Serikat di kawasan.

 

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Kuwait menyatakan sebanyak 30 rudal balistik dan drone diluncurkan dalam serangan yang mereka sebut sebagai “agresi Iran”. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan material yang cukup besar pada sejumlah bangunan.

Insiden itu sempat menghentikan operasional Bandara Internasional Kuwait. Namun, otoritas setempat memastikan aktivitas penerbangan kembali normal pada hari yang sama dan seluruh penerbangan Kuwait Airways kembali beroperasi.

Kementerian Luar Negeri India mengonfirmasi satu warga negaranya meninggal dunia akibat serangan tersebut. Pemerintah India juga mengecam serangan terhadap fasilitas sipil.

“Kami kembali menyerukan kepada semua pihak untuk menghentikan serangan semacam itu terhadap sasaran sipil,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri India.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Kesehatan Kuwait, Abdullah Al-Sanad, mengatakan sedikitnya 63 orang menjalani perawatan akibat luka-luka yang diderita dalam insiden tersebut. Korban mengalami berbagai cedera, mulai dari luka di kepala, pendarahan otak, amputasi, hingga luka akibat ledakan.

Bandara Internasional Kuwait diketahui beberapa kali menjadi sasaran serangan selama konflik berlangsung dan baru kembali beroperasi penuh pada 1 Juni lalu.

Topik Menarik