Kuwait Ancam Balas Serangan Iran: Kami Berhak!
KUWAIT CITY, iNews.id - Kuwait mengancam akan mengambil langkah balasan terhadap Iran setelah negaranya dihujani rudal dan drone yang menewaskan satu orang serta melukai 63 lainnya. Pemerintah Kuwait menegaskan memiliki hak penuh untuk membela diri dan melakukan tindakan yang diperlukan guna menjaga kedaulatan serta keamanan nasional.
Pernyataan tegas itu disampaikan menyusul serangan Iran pada Rabu (3/6/2026) yang juga merusak sejumlah fasilitas penting, termasuk misi diplomatik. Kuwait menegaskan bahwa negara tersebut memiliki hak inheren untuk membela diri dan bahkan membalas serangan yang dianggap melanggar kedaulatan negaranya.
Sebagai respons langsung atas serangan tersebut, Kuwait mengusir dua diplomat Iran dan menetapkan mereka sebagai persona non grata. Kedua diplomat itu diwajibkan meninggalkan wilayah Kuwait dalam waktu 24 jam.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Kuwait menyatakan keputusan itu diambil setelah serangan yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur vital di negara Teluk tersebut.
Wakil Menteri Luar Negeri Kuwait Hamad Suleiman Al Mishaan memanggil Pelaksana Tugas (Plt) Kuasa Usaha Kedutaan Besar Iran di Kuwait untuk menyerahkan nota protes resmi. Dalam pertemuan itu, Kuwait juga menyampaikan keputusan untuk mengurangi jumlah staf diplomatik Iran yang bertugas di negara tersebut.
Al Mishaan menegaskan Kuwait mengutuk keras serangan Iran. Dia juga menekankan kembali kebijakan negaranya yang melarang pihak mana pun menggunakan wilayah maupun ruang udara Kuwait untuk melakukan tindakan permusuhan terhadap negara lain.
Pernyataan itu sekaligus membantah tuduhan Iran bahwa wilayah udara Kuwait digunakan oleh Amerika Serikat untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Menurut Kuwait, tuduhan tersebut tidak berdasar dan tidak didukung bukti apa pun.
"Dia juga menekankan klaim palsu Iran tidak berdasar dan tidak didukung oleh bukti apa pun, dan bahwa pengulangan tuduhan tersebut sama sekali tidak dapat membenarkan serangan terhadap wilayah Kuwait dan infrastruktur sipil dan vital," demikian bunyi pernyataan resmi pemerintah Kuwait.
Reaksi Pramono soal Zebra Cross Memudar yang Disorot Usai Pajero Tabrak Pedagang Buah di Jaktim
Otoritas Kuwait menyebut serangan Iran sejauh ini telah menewaskan satu orang dan melukai 63 lainnya. Selain itu, sejumlah fasilitas penting mengalami kerusakan, termasuk kompleks diplomatik yang berada di wilayah negara tersebut.








