Superkomputer Jagokan Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Inggris dan ArgentinaRival Terberat

Superkomputer Jagokan Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Inggris dan ArgentinaRival Terberat

Olahraga | sindonews | Selasa, 2 Juni 2026 - 06:10
share

Piala Dunia 2026 bahkan belum dimulai, tetapi perang prediksi sudah memanas. Setelah model ekonom Joachim Klement sebelumnya mengejutkan publik dengan menjagokan Belanda sebagai calon juara, kini giliran superkomputer Opta yang merilis simulasi paling lengkap jelang turnamen terbesar di dunia tersebut. Hasilnya berbeda: Spanyol disebut sebagai favorit utama untuk mengangkat trofi di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Opta menjalankan simulasi sebanyak 10.000 kali untuk memetakan peluang seluruh 48 peserta. Dari hasil tersebut, Spanyol keluar sebagai tim dengan probabilitas tertinggi menjadi juara, yakni 16,1 persen. La Roja unggul tipis atas Prancis (13 persen), Inggris (11,2 persen), dan juara bertahan Argentina (10,4 persen).

Baca Juga: Daftar Lengkap Skuad Timnas Uruguay di Piala Dunia 2026: Darwin Nunez In, Luis Suarez Out!

Prediksi itu tidak lepas dari performa impresif generasi baru Spanyol. Tim asuhan Luis de la Fuente dinilai memiliki kombinasi ideal antara pemain muda dan pengalaman. Lamine Yamal menjadi simbol kebangkitan tersebut setelah tampil luar biasa bersama Barcelona musim ini dengan kontribusi 41 gol dan assist di semua kompetisi. Selain itu, Rodri kembali fit dan diproyeksikan menjadi motor permainan di lini tengah.

Opta juga melihat jalur Spanyol menuju fase gugur relatif lebih ringan. Mereka diprediksi memuncaki Grup H yang dihuni Uruguay, Arab Saudi, dan Tanjung Verde. Dalam simulasi, Spanyol lolos sebagai juara grup pada 75,3 persen percobaan dan menjadi satu-satunya negara yang memiliki peluang lebih dari 50 persen mencapai perempat final.Meski demikian, jalan menuju trofi dipastikan tidak mudah. Prancis tetap dianggap ancaman besar berkat kedalaman skuad dan ketajaman Kylian Mbappe. Tim asuhan Didier Deschamps bahkan disebut punya mental turnamen terbaik setelah mencapai final pada dua edisi terakhir Piala Dunia. Menariknya, turnamen 2026 diprediksi menjadi penampilan terakhir Deschamps sebagai pelatih Les Bleus.

Inggris juga kembali masuk lingkaran favorit. Era Thomas Tuchel membuat The Three Lions tampil lebih solid, terutama di fase kualifikasi yang disapu bersih dengan delapan kemenangan dan tanpa kebobolan. Harry Kane datang dengan performa luar biasa usai mencetak lebih dari 60 gol di level klub, sementara Jude Bellingham dan Declan Rice disebut menjadi fondasi lini tengah yang matang dan agresif.

Sementara itu, Argentina tetap dipandang berbahaya karena faktor Lionel Messi. Meski sudah berusia 38 tahun, sang kapten masih menjadi pusat permainan Albiceleste. Opta menilai Argentina punya peluang besar kembali melaju jauh karena berada di grup yang relatif aman bersama Austria, Aljazair, dan Yordania. Namun mempertahankan gelar dinilai menjadi tantangan berat karena tidak ada negara yang sukses back-to-back juara sejak Brasil pada 1962.

Di luar empat favorit utama, Portugal, Brasil, dan Jerman berada dalam kategori penantang serius. Portugal membawa misi terakhir Cristiano Ronaldo yang akan mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang tampil di enam Piala Dunia. Brasil memasuki era baru bersama Carlo Ancelotti dan kembali memanggil Neymar untuk memimpin generasi Vinicius Junior serta Raphinha. Sedangkan Jerman berharap Florian Wirtz mampu menjadi pembeda setelah beberapa turnamen terakhir tampil di bawah ekspektasi.

Menariknya, superkomputer Opta tidak sepenuhnya percaya pada kejutan romantis. Peluang negara tuan rumah seperti Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada dinilai sangat kecil untuk menjadi juara. Amerika Serikat hanya diberi probabilitas 1,2 persen, Meksiko 1 persen, sedangkan Kanada lebih rendah lagi.

Namun justru di situlah letak daya tarik Piala Dunia 2026. Format baru dengan 48 peserta dan fase 32 besar membuat potensi kejutan semakin besar. Dalam simulasi Opta, bahkan Haiti pernah satu kali keluar sebagai juara dari 10.000 percobaan. Satu-satunya negara yang sama sekali tidak pernah menjadi juara dalam seluruh simulasi adalah Curacao.

Opta juga memberi perhatian khusus kepada tim-tim kuda hitam seperti Belanda, Norwegia, Kolombia, dan Maroko. Belanda disebut punya peluang 3,6 persen untuk juara, sedangkan Norwegia 3,5 persen berkat duet mematikan Erling Haaland dan Martin Odegaard. Maroko tetap dianggap ancaman serius setelah keberhasilan mereka menembus semifinal Piala Dunia 2022.

Dengan lebih dari 100 pertandingan, format baru, dan deretan superstar lintas generasi, Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi salah satu edisi paling sulit ditebak sepanjang sejarah. Superkomputer boleh menjagokan Spanyol, tetapi sejarah Piala Dunia berkali-kali membuktikan bahwa statistik tidak selalu mampu mengalahkan drama sepak bola.

Topik Menarik