Teddy Sebut Biaya Perjalanan Luar Negeri yang Melebihi Anggaran Ditanggung Presiden Prabowo

Teddy Sebut Biaya Perjalanan Luar Negeri yang Melebihi Anggaran Ditanggung Presiden Prabowo

Nasional | sindonews | Senin, 1 Juni 2026 - 22:23
share

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa seluruh kelebihan biaya perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang melampaui anggaran negara ditanggung secara pribadi oleh Presiden. Hal itu disampaikan Seskab Teddy menjawab atas masukan yang disampaikan oleh Dino Patti Djalal terkait kunjungan luar negeri Presiden.

Teddy mulanya mengapresiasi masukan yang diberikan Dino. "Kemudian berikutnya, karena saya di-mention oleh Pak Dubes Dino, saya mau luruskan beberapa hal. Sebelumnya, terima kasih atas masukan yang telah diberikan. Sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat. Pernah menjadi wakil menteri luar negeri, walau hanya diberi kesempatan sekitar tiga bulan," kata Teddy di akun @sekretariat.kabinet, Senin (1/6/2026).

Teddy kemudian menjelaskan terkait pembiayaan kunjungan luar negeri Prabowo yang menurutnya kerap menjadi perhatian publik. Dia memastikan, segala kelebihan biaya yang telah ditetapkan oleh negara, ditanggung oleh Prabowo sejak awal.

Baca Juga: Macron ke Prabowo: Persahabatan Indonesia-Prancis Bukan Sekadar Kata

"Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," ungkapnya.Selain itu, Teddy turut menjelaskan masalah jumlah rombongan yang menyertai Prabowo dalam kunjungan luar negeri. Ia menegaskan jumlah delegasi pada masa pemerintahan Prabowo telah dipangkas secara signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

"Kemudian yang kedua, jumlah rombongan. Ini sangat penting. Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran. Lebih dari separuh dari periode sebelumnya," katanya.

Menurut Teddy, pada masa sebelumnya jumlah rombongan dalam satu kunjungan luar negeri dapat mencapai lebih dari 120 orang. Saat ini jumlah tersebut dibatasi sekitar 50 hingga 60 orang.

"Jadi kalau dulu, itu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal. Ini sudah banyak yang tahu, termasuk juga wartawan-wartawan pasti tahu itu semua," pungkas Teddy.

Sebelumnya, Dino Pati Djalal menyarankan Presiden Prabowo Subianto agar dapat mengurangi perjalanan ke luar negeri. Hal itu disampaikan Dino Pati Djalal dalam akun X-nya @dinopatidjalal yang dilihat pada Minggu (31/5/2026)."Sebagai sahabat lama Bapak, saya mewakili komunitas hubungan internasional dan banyak rakyat Indonesia mengimbau Presiden Prabowo untuk secara signifikan mengurangi perjalanan ke luar negeri dan tidak menganggap remeh jeritan publik mengenai hal ini," kata Dino.

Dino menerangkan, dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri. "Semenjak menjabat sebagai Presiden, 1 dari 6 hari dihabiskan beliau di luar negeri dan tidak heran kalau ada yang beranggapan tidak lazim dan di luar batas kewajaran," ujarnya.

Dia menambahkan, kunjungan kepala negara ke luar negeri bisa memakan biaya yang sangat besar. Biaya tersebut diperkirakan puluhan hingga ratusan miliar untuk biaya rombongan dan lainnya.

"Kunjungan kepala negara ke luar negeri memakan biaya yang besar dan bahkan sangat besar. Ini termasuk biaya rombongan tim pendahulu, biaya pesawat, biaya hotel, biaya logistik, biaya konsumsi, biaya protokoler dan pengamanan, biaya uang harian untuk seluruh delegasi dan perangkat pendamping dan biaya lainnya. Satu perjalanan ke luar negeri bisa keluar puluhan bahkan ratusan miliar."

Topik Menarik