Jangan Anggap Sepele! Flu Singapura pada Anak Bisa Picu Radang Otak dan Kelumpuhan
Kasus Flu Singapura (HFMD) pada anak masih terus ditemukan dengan jumlah yang cukup tinggi. Dokter Spesialis Anak dr. Handayani mengingatkan orang tua untuk mewaspadai Enterovirus 71 (EV71), varian virus yang disebut paling berbahaya karena dapat menyebabkan radang otak, kejang, hingga lumpuh layu.
Ia menjelaskan bahwa tidak semua virus penyebab Flu Singapura memiliki tingkat bahaya yang sama. Adapun varian virus yang paling jahat yaitu Enterovirus 71 atau EV71. Varian virus ini disebut dapat menyebabkan gejala lebih berat dibanding virus HFMD lainnya.
Anak bisa mengalami demam tinggi hingga celcius, sakit tenggorokan, sariawan yang membuat sulit makan dan minum, hingga muncul ruam atau bintik-bintik di tangan dan kaki.
Baca Juga : Perbedaan Gejala Flu Singapura dan Flu Biasa
"Yang paling jahat yang mami-mami harus tahu adalah Enterovirus 71 atau EV71," ujar dr. Handayani dalam acara Health Talk World Immunization Week 2026 bersama Kalventis di Mandaya Royal Hospital Puri, Jumat (29/5/2026).Yang paling mengkhawatirkan, virus ini dapat menyerang sistem saraf.
"Virus ini lebih bandel, lebih tahan, dan bisa menembus sampai ke saraf anak," jelasnya.
Jika sudah menyerang saraf, EV71 berpotensi memicu komplikasi serius seperti radang otak (ensefalitis), kejang, hingga lumpuh layu. Karena itu, orang tua diminta tidak menganggap remeh Flu Singapura yang selama ini sering dianggap penyakit ringan.
Apalagi, hingga saat ini belum tersedia obat antivirus khusus untuk HFMD.
Baca Juga : Hati-Hati! Flu Singapura Ternyata Bisa Menular lewat Kontak Tidak Langsung, Apa Saja?
"Nah sementara untuk antivirus itu belum ada. Jadi harapan kita adalah jangan sampai kena," kata dr. Handayani.
Untuk itu, dr. Handayangi mengimbau orang tua dapat melakukan langkah pencegahan seperti menjaga kebersihan tangan, membersihkan mainan anak secara rutin, hingga vaksinasi lengkap.










