10-15 Persen Pasangan Usia Subur Alami Infertilitas, Wamenkes Dante Buka Suara

10-15 Persen Pasangan Usia Subur Alami Infertilitas, Wamenkes Dante Buka Suara

Gaya Hidup | sindonews | Minggu, 31 Mei 2026 - 09:30
share

Tingginya angka infertilitas di Indonesia menjadi perhatian serius pemerintah. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan jutaan pasangan usia subur membutuhkan bantuan medis untuk mendapatkan keturunan, sekaligus menegaskan pentingnya menjaga angka fertilitas demi melahirkan generasi produktif menuju Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikan Dante mengingat saat ini kondisi infertilitas dialami oleh 10 hingga 15 persen pasangan usia subur di Indonesia. Jika direpresentasikan secara jumlah, maka bisa dikatakan ada sekitar empat sampai enam juta pasangan yang membutuhkan intervensi medis untuk bisa mendapatkan keturunan.

Apalagi, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2025 tercatat sekitar 17,5 populasi dewasa atau 1 dari 6 orang di dunia mengalami infertilitas.

Baca Juga : Ubah Paradigma: Keberhasilan Program Kehamilan Kini Tak Lagi Hanya Beban Perempuan

Maka dari itu, angka kesuburan atau fertilitas perlu dijaga agar angka kelahiran tidak menurun dan Indonesia semakin banyak memiliki generasi emas di masa depan khususnya di 2045 mendatang.“Kalau nanti generasi ini pertumbuhannya bagus, maka kita akan punya usia produktif yang bagus di tahun 2045 yang disebut sebagai masa Indonesia Emas. Ini harus dijaga kualitasnya," kata Dante dalam rilis keterangan resminya, dikutip Sabtu (30/5/2026).

Di sisi lain, ia juga menilai bahwa pelayanan terhadap fertilitas di Indonesia juga memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas angka fertilitas serta meningkatkan angka kelahiran anak. Terlebih para pasien infertilitas yang datang ke layanan tersebut bukan hanya menginginkan kesembuhan namun juga harapan terhadap kehadiran sesuatu yang baru.

Baca Juga : Coba Segala Cara tapi Belum Hamil? Awas Indikasi Awal Kemandulan

“Pernahkah kita membayangkan betapa beratnya perjalanan sepasang suami istri yang datang ke klinik fertilitas? Mereka datang bukan untuk berobat dari sakit fisik, tetapi memperjuangkan sebuah kehidupan yang belum hadir. Di sinilah layanan fertilitas berbeda, yang kita rawat bukan hanya tubuh, tetapi juga jiwa dan harapan,” tambah dia.

Di Indonesia sendiri saat ini memiliki beberapa layanan fertilitas seperti Reproduksi Berbantu (TRB) atau bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF). Pelayanan tersebut telah meningkat secara nasional di 59 rumah sakit di 15 provinsi dengan pelayanan yang sudah mengantongi izin.

Salah satunya adalah RSCM melalui Klinik Yasmin dengan delapan layanan utama. Seperti infertilitas dan bayi tabung (Yasmin IVF), gangguan haid, endometriosis, sindrom ovarium polikistik (PCOS), keguguran berulang, ginekologi remaja, menopause, hingga preservasi fertilitas.

Adanya berbagai fasilitas tersebut diharapkan dapat menghadirkan layanan fertilitas yang lebih dekat, humanis, dan berbasis teknologi modern bagi masyarakat Indonesia. Sehingga bisa membantu lebih banyak pasangan yang mengalami infertilitas.

Topik Menarik