Bisnis F&B Tumbuh Pesat, Bali Jadi Hotspot Baru Ekspansi Franchise di Indonesia

Bisnis F&B Tumbuh Pesat, Bali Jadi Hotspot Baru Ekspansi Franchise di Indonesia

Ekonomi | sindonews | Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:52
share

Industri food & beverage (F&B) nasional menunjukkan pertumbuhan positif seiring pemulihan sektor pariwisata dan meningkatnya konsumsi masyarakat. Di tengah tren tersebut, Bali muncul sebagai salah satu wilayah paling prospektif untuk ekspansi bisnis F&B berbasis franchise di Indonesia.

"Jika dibandingkan dengan kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, tingkat penetrasi brand F&B tertentu di Bali masih belum terlalu padat. Artinya, peluang untuk masuk dan berkembang masih sangat terbuka," ujar Franchise Manager Bingxue Indonesia, Andrew dalam keterangan pers, Sabtu (30/5/2026).

Baca Juga:IFBC Palembang 2026, Bingxue Indonesia Tawarkan Franchise Es Krim dan Minuman

Pulau Bali tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga berkembang menjadi pusat gaya hidup dengan tingkat konsumsi yang tinggi, baik dari wisatawan domestik maupun mancanegara. Kondisi ini menciptakan peluang besar bagi pelaku usaha F&B untuk memperluas jaringan bisnisnya.

Andrew menilai kombinasi arus wisatawan yang stabil sepanjang tahun dan karakter konsumen yang terbuka terhadap tren baru menjadi faktor utama yang mendorong tingginya potensi omzet di Bali. Selain itu, eksposur merek juga dinilai lebih kuat karena didukung ekosistem pariwisata dan media sosial.

Tren tersebut turut mendorong meningkatnya minat pelaku usaha untuk membuka bisnis F&B berbasis kemitraan atau franchise. Model ini dianggap lebih efisien karena menawarkan sistem operasional yang telah teruji serta dukungan merek yang sudah dikenal pasar.

Sejalan dengan peluang tersebut, Bingxue Indonesia menjadikan Bali sebagai salah satu fokus utama ekspansi kemitraan pada tahun ini. Perusahaan melihat masih adanya ruang pertumbuhan, mengingat jumlah outlet di wilayah tersebut relatif terbatas dibandingkan potensi pasar yang ada.

“Bali saat ini bukan hanya soal pariwisata, tapi juga peluang bisnis yang sangat konkret. Kami melihat adanya gap antara permintaan yang tinggi dengan jumlah outlet yang masih bisa ditingkatkan,” tambah Andrew.

Baca Juga:Liburan Sekolah, Berbagai Vila Privat di Bali Ini Sediakan Butler Pribadi

Dengan konsep kemitraan yang terstandarisasi, dukungan pemasaran, serta produk yang telah diterima pasar, perusahaan optimistis dapat membantu mitra baru beradaptasi lebih cepat dan mengoptimalkan potensi bisnis, terutama di area dengan trafik tinggi.

Bali diproyeksikan menjadi salah satu barometer pertumbuhan bisnis F&B berbasis franchise di Indonesia, seiring meningkatnya minat investor dan semakin kompetitifnya pasar di kota-kota besar.

Topik Menarik