Joy Air Bangkrut, Ribuan Penumpang di China Telantar
Maskapai regional China, Joy Air, resmi mengajukan perlindungan kebangkrutan setelah menghentikan seluruh operasional penerbangan sejak akhir April 2026. Kondisi ini menyebabkan ribuan penumpang telantar, terutama menjelang periode puncak perjalanan awal Mei.
Maskapai yang berbasis di Xi’an tersebut kini memasuki tahap awal restrukturisasi, di tengah tekanan finansial yang semakin berat akibat utang dan penurunan jumlah penumpang.
"Joy Air telah membatalkan seluruh penerbangan sejak 27 April dan belum mampu memenuhi sejumlah tenggat waktu untuk kembali beroperasi," demikian laporan terbaru terkait kondisi maskapai tersebut dikutip dari The Street, Kamis (28/5/2026).
Baca Juga:Daftar 11 Pemimpin ASEAN yang Paling Sering Bepergian ke Luar Negeri, Prabowo Nomor Satu
Didirikan pada 2008, Joy Air sebelumnya melayani rute domestik ke berbagai kota seperti Tianjin, Harbin, dan Changsha. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan mengalihkan fokus ke rute menuju kota-kota besar di China akibat menurunnya permintaan perjalanan ke wilayah regional.
Maskapai ini tercatat memiliki armada yang terdiri dari tiga unit Boeing 737-800 dan 22 pesawat turboprop Xi’An MA60. Kendati demikian, perubahan strategi rute tidak mampu menahan tekanan finansial yang terus meningkat.
Selain penurunan jumlah penumpang, Joy Air juga menghadapi beban utang lebih dari 5 miliar yuan atau setara sekitar USD734,9 juta. Perusahaan juga dilaporkan mengalami konflik ketenagakerjaan, termasuk sengketa terkait pembayaran gaji pilot dan awak kabin.
Baca Juga:Daftar Negara dengan Konsumsi Listrik Terbesar Dunia, Indonesia Masuk Daftar
Secara industri, tekanan terhadap maskapai berbiaya rendah dan regional semakin besar akibat lonjakan harga bahan bakar jet serta ketatnya persaingan. Di China, maskapai kecil juga harus bersaing dengan operator besar seperti Air China dan China Southern Airlines, serta jaringan kereta cepat yang semakin luas.
Kasus Joy Air menambah daftar maskapai global yang bangkrut sepanjang 2026. Sebelumnya, Spirit Airlines menghentikan seluruh operasinya pada Mei, disusul maskapai Meksiko Magnicharters dan sejumlah operator lain di Eropa serta Amerika Serikat.










