Menteri dan Deretan Tokoh Daerah Bedah Transisi Ekonomi Jakarta

Menteri dan Deretan Tokoh Daerah Bedah Transisi Ekonomi Jakarta

Nasional | sindonews | Selasa, 26 Mei 2026 - 20:04
share

Transformasi DKI Jakarta menuju kota global tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur dan kebijakan pemerintah. Di tengah persaingan ekonomi internasional yang semakin kompetitif, peran pengusaha muda dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menggerakkan roda ekonomi sekaligus membangun ekosistem bisnis yang mampu bersaing di level dunia.

Dalam proses transisi Jakarta sebagai global city, keberadaan pengusaha muda diyakini dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan industri kreatif, hingga perluasan investasi di berbagai sektor strategis.

Baca juga: Toleransi Jadi Kunci Utama Mewujudkan Jakarta Kota Global

Sebagai mitra strategis pemerintah, Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (BPD HIPMI Jaya) resmi menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (DIKLATDA) 2026 sebagai wadah guna memperkuat kapasitas, pola pikir, dan kepemimpinan anggota.

Melalui forum ini, para pengusaha muda HIPMI ditempa agar memiliki karakter yang lebih adaptif, inovatif, dan kolaboratif. Acara bergengsi ini diselenggarakan di The Tribrata Darmawangsa, Kamis, 21 Mei 2026. Pembukaan agenda kaderisasi wajib ini berlangsung sangat meriah dan dihadiri langsung sederet tokoh penting nasional, jajaran kabinet, serta pimpinan daerah. Beberapa tokoh yang turut hadir ke acara antara lain Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino, Ketua Bidang X BPP HIPMI Jay Aryaputra Singgih, serta Ketua Umum BPD HIPMI Jaya M Riandy Haroen.

Kehadiran para tokoh lintas sektor ini menegaskan bobot strategis dari pelatihan yang dijalani para kader. Dengan mengambil tema “Peran Pengusaha Muda Dalam Transisi Ekonomi Global”, acara ini mengadakan 4 sesi diskusi panel yang diisi panelis-panelis yang memiliki latar belakang berbeda-beda.

Keempat sesi diskusi panel membahas soal Keorganisasian, Ekonomi dan Bisnis, Kebangsaan, serta Kearifan Lokal. Seluruh rangkaian sesi tersebut dirancang secara berjenjang untuk membekali peserta dengan peta jalan bisnis yang komprehensif.

Sesi Keorganisasian diisi 4 kader HIPMI terbaik di tingkat pusat yaitu Bendahara Umum BPP HIPMI Reynaldo Bryan, Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI Ade Jona, Ketua Bidang ESDM, Lingkungan Hidup, dan Kehutanan BPP HIPMI Afi Kalla, dan Ketua Bidang Sinergitas Danantara, BUMN, dan BUMD BPP HIPMI Anthony Leong.

Pada sesi pertama, mereka berdiskusi mengenai kader HIPMI dapat memaknai nilai-nilai organisasi yang kuat dan pentingnya menjalani kaderisasi berjenjang dari level cabang sampai ke level pusat. Dilanjutkan dengan membahas ekonomi dan bisnis diisi oleh Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim serta Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin. Kedua panelis tersebut mengupas tuntas mengenai bagaimana pengusaha muda dapat memiliki resiliensi yang tinggi agar transisi Jakarta menjadi Kota Global tetap berjalan di atas fondasi ekonomi yang kokoh di tengah terpaan dinamika pasar internasional.

Di dalam sesi Kebangsaan, BPD HIPMI Jaya menghadirkan dua tokoh vokal nasional yaitu Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya dan Direktur Eksekutif Negara Institute Akbar Faizal. Di dalam sesi ini, banyak pembahasan mendalam soal bagaimana pengusaha muda harus memiliki pemahaman dalam membaca arah kebijakan negara dan menjaga ketahanan bisnis di tengah dinamika demokrasi yang sedang berlangsung.

Sebagai penutup rangkaian panel, sesi kearifan lokal menghadirkan dua tokoh wanita inspiratif daerah yaitu Ketua Umum KADIN DKI Jakarta Diana Dewi dan Anggota DPRD DKI Jakarta Hilda Kusuma Dewi.

Riandy Haroen menuturkan Jakarta memiliki modal demografi yang luar biasa besar untuk melahirkan para pelaku usaha baru yang masif. Jakarta memiliki jumlah penduduk mencapai 10,7 juta jiwa yang dominasi usia produktif sebesar 71,27, dan ini merupakan potensi besar bagi lahirnya pengusaha muda.

"Namun, di era ketidakpastian global ini, sekadar lahirnya pengusaha muda saja tidak cukup. Kita harus memberikan bekal kuat agar mereka tetap bisa berkembang dan semakin kuat di era transisi Jakarta sebagai kota global,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Razoola Menakh mengaku optimistis terkait output konkret dari pelatihan ini. “Kami yakin setelah mengikuti DIKLATDA 2026 ini, teman-teman Pengusaha Muda HIPMI Jaya dapat membawa pulang banyak manfaat yang bisa diaplikasikan langsung ke dalam bisnisnya agar bisnis mereka bisa scale up. Sehingga, ke depannya mereka akan menjadi pebisnis yang tangguh dan berdaya saing global,” ujarnya.

Topik Menarik