Harga Minyak Dunia Longsor di Bawah USD100, Selat Hormuz Bakal Segera Dibuka?

Harga Minyak Dunia Longsor di Bawah USD100, Selat Hormuz Bakal Segera Dibuka?

Ekonomi | sindonews | Senin, 25 Mei 2026 - 07:58
share

Pasar keuangan global langsung bergerak liar pada pembukaan perdagangan awal pekan ini. Harga minyak mentah dunia dilaporkan anjlok drastis ke level terendah dalam dua minggu terakhir, meluncur bebas ke bawah angka psikologis USD100 per barel.

Lonjakan optimisme ini dipicu oleh munculnya secercah harapan terkait kesepakatan damai untuk membuka kembali jalur perdagangan vital, Selat Hormuz. Ambruknya harga komoditas energi ini langsung memukul mundur mata uang Dolar AS yang sempat perkasa selama berbulan-bulan akibat sentimen perang.

Para pelaku pasar di Asia mulai menarik napas lega, berharap badai inflasi global akan segera mereda. Berdasarkan data perdagangan komoditas pada Senin (25/5/2026), dua harga acuan minyak dunia kompak mengalami koreksi tajam hampir 5.

Baca Juga: Negosiasi Damai AS-Iran Buntu, Harga Minyak Dunia Terkerek Lebih dari 1

Tercatat minyak mentah Brent yang menjadi patokan global, merosot tajam USD4,71 atau 4,55 ke posisi USD98,83 per barel. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS terpantau merosot USD4,57 yang setara 4,73 menjadi USD92,03 per barel.

Anjloknya harga minyak ke titik terendah sejak 7 Mei lalu terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan mengejutkan pada akhir pekan. Trump mengklaim bahwa Washington dan Iran "sebagian besar telah menegosiasikan" nota kesepahaman (memorandum of understanding) menuju kesepakatan damai.

Baca Juga: BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal

Jika kesepakatan ini diteken, Selat Hormuz -jalur laut sempit yang mengalirkan seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia sebelum perang pecah- akan kembali dibuka untuk pelayaran internasional.

Secara psikologis, pasar finansial selalu bereaksi lebih cepat terhadap rumor perdamaian karena semua negara sudah lelah menghadapi tingginya biaya hidup akibat perang. "Meski masih banyak risiko yang membayangi, saat ini sudah ada cahaya di ujung terowongan yang membawa kelegaan jangka pendek bagi harga minyak," ungkap Saul Kavonic, analis dari MST Marquee.

Namun pelaku investasi tetap diminta waspada. Karakter kepemimpinan Trump yang dinamis kembali terlihat ketika ia buru-buru mendinginkan suasana pada hari Minggu. Trump menyatakan bahwa kedua belah pihak sebenarnya masih berbeda pandangan pada beberapa isu krusial, dan ia telah menginstruksikan tim delegasinya untuk tidak terburu-buru menandatangani kesepakatan.

Di sisi lain, para ahli industri mengingatkan bahwa pemulihan pasokan energi tidak akan terjadi dalam semalam. Butuh waktu berbulan-bulan agar arus lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz kembali normal, belum lagi waktu yang diperlukan untuk memperbaiki berbagai fasilitas kilang minyak dan gas yang rusak akibat gempuran konflik.

Topik Menarik