Inovasi Jadi Kunci 18 Tahun SRCIS Bina UMKM Tembus Omzet Rp251 Triliun

Inovasi Jadi Kunci 18 Tahun SRCIS Bina UMKM Tembus Omzet Rp251 Triliun

Ekonomi | sindonews | Kamis, 21 Mei 2026 - 20:27
share

Jaringan toko kelontong binaan SRC Indonesia Sembilan (SRCIS) terus menunjukkan peran besarnya dalam menopang ekonomi nasional. Memasuki usia ke-18 tahun, SRC mencatat omzet jaringan toko mencapai Rp251 triliun, sekaligus menegaskan bahwa inovasi dan digitalisasi menjadi kunci utama UMKM bertahan di tengah gempuran ritel modern dan pelemahan daya beli masyarakat.

Direktur Utama SRC Indonesia Sembilan, Romulus Sutanto, mengatakan saat ini terdapat sekitar 250.000 toko SRC yang tersebar di seluruh Indonesia. Nilai transaksi dari jaringan tersebut disebut setara dengan 9,5 persen Produk Domestik Bruto (PDB) ritel nasional non-mobil dan sepeda motor.

“Ini sangat strategis toko kelontong dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Romulus dalam talkshow bertajuk Bukti Nyata Transformasi dan Akselerasi untuk UMKM Indonesia, Kamis (21/5/2026).

Baca Juga:Digitalisasi Toko Kelontong: Telkomsel dan SRC Sulap 250.000 Ritel Tradisional Jadi Smart Store!

Menurut dia, capaian tersebut merupakan hasil dari pendampingan berkelanjutan yang dilakukan SRC terhadap pelaku UMKM. Pendampingan itu mencakup pelatihan pengelolaan usaha, penataan toko, akses teknologi digital, hingga perluasan akses pembiayaan melalui kerja sama dengan sektor perbankan dan asuransi.SRC juga mendorong pemilik toko untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen lewat inovasi produk dan strategi penjualan. Salah satunya dengan membuat paket bundling produk agar lebih menarik bagi pembeli dan mampu meningkatkan trafik pelanggan.

Selain itu, digitalisasi dilakukan melalui aplikasi AYO by SRC yang memudahkan pemilik toko melakukan pemesanan barang sekaligus mengelola stok usaha. Program pendampingan melalui SRC Coach juga membantu toko tampil lebih rapi, terang, dan modern tanpa meninggalkan kedekatan sosial khas warung tradisional.

"Inovasi produk mana yang relevan saat ini, sering juga membuat bundle-bundle paket, atau apa pun itu, sehingga menarik konsumen dan trafiknya bisa lebih meningkat," ucap Romulus.

Transformasi tersebut dinilai berhasil memperkuat posisi toko kelontong di tengah ekspansi ritel modern. Sebanyak 66 persen toko SRC kini menjual produk lokal dari pelaku UMKM sekitar. Inisiatif itu disebut mampu meningkatkan distribusi produk UMKM hingga 24 persen, sementara omzet toko binaan meningkat lebih dari dua kali lipat, dari Rp5,6 triliun menjadi Rp12,9 triliun per tahun.Baca Juga:Topang 60 PDB, Literasi Keuangan UMKM Masih Perlu Ditingkatkan

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, menilai langkah SRC selama 18 tahun terakhir tidak hanya membantu UMKM bertahan, tetapi juga mempercepat kenaikan kelas usaha toko kelontong di Indonesia. “Yang dilakukan SRC selama 18 tahun ini tidak hanya mengakselerasi, tetapi juga scale up usahanya,” kata Iqbal.

Dengan kontribusi ekonomi yang terus meningkat, SRC optimistis UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional, terutama karena sektor ini terbukti tangguh menghadapi berbagai krisis ekonomi sejak 1998 hingga pandemi Covid-19.

Topik Menarik