Sinergi Polri-Swasta Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Daerah
Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, aparat, dunia usaha, dan kelompok tani. Sinergi ini dinilai tidak hanya menjaga produktivitas pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di daerah.
Wakapolda Jambi Brigjen Pol. B. Ali mengatakan pihaknya terus mendorong pengembangan pertanian jagung sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional. “Memasuki Kuartal II tahun 2026 hingga Mei ini, binaan Polda Jambi telah melakukan penanaman jagung seluas 569,13 hektar dengan target tahun 2026 mencapai 2.370 hektar,” ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga:Bupati Hasbi Tegaskan Lebak Siap Jadi Lumbung Pangan Nasional
Kolaborasi tersebut tercermin dalam kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang digelar Polda Jambi bersama PT Brahma Bina Bakti (BBB), bagian dari PT Triputra Agro Persada Tbk, di Desa Suko Awin Jaya, Kabupaten Muaro Jambi. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda nasional yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah dan terhubung secara virtual bersama Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut dilakukan groundbreaking pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri serta peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sejumlah pejabat daerah, unsur Forkopimda, perbankan, Bulog, serta kelompok tani juga hadir dalam kegiatan tersebut.Di Provinsi Jambi, hingga Mei 2026, luas tanam jagung binaan Polda Jambi telah mencapai lebih dari 569 hektar, dengan realisasi serapan hasil panen oleh Bulog mencapai 381 ton. Pada kegiatan panen raya di tujuh titik wilayah hukum Polda Jambi, total luas lahan mencapai 14,3 hektar dengan estimasi produksi sekitar 35 ton yang seluruhnya terserap Bulog.
PT Triputra Agro Persada Tbk melalui inisiatif “TAP Untuk Negeri” memandang ketahanan pangan sebagai bagian dari komitmen pembangunan berkelanjutan. Program ini dijalankan melalui pengembangan lahan produktif bersama masyarakat di berbagai wilayah operasional, termasuk Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.
Baca Juga:Wujudkan Ketahanan Pangan, Food Estate Wanam Papua Selatan Tak Terkait Film Pesta Babi
Selain meningkatkan produktivitas pertanian, program tersebut juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan kini menjadi area produktif yang mampu menambah pendapatan dan membuka peluang usaha baru di tingkat desa.
Melalui sinergi berkelanjutan antara aparat, pemerintah, swasta, dan masyarakat, penguatan ketahanan pangan diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas pasokan nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.










