Jelang Armuzna, Layanan Bus Shalawat Dihentikan hingga 31 Mei 2026
Kementerian Haji dan Umrah Republik (Kemenhaj) RI mulai mematangkan berbagai persiapan menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Salah satu kebijakan yang diterapkan yakni penghentian sementara layanan Bus Shalawat mulai 22 Mei hingga 31 Mei 2026.
Penghentian layanan dilakukan guna mendukung kelancaran pergerakan jemaah serta penataan transportasi menuju Armuzna. Selain itu, pemerintah juga melarang Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) memasang identitas di tenda-tenda Arafah dan Mina.
Baca juga: Jelang Armuzna, 192.185 Jemaah Haji Indonesia Telah Tiba Arab Saudi
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Ichsan Marsha mengatakan fase puncak haji di Armuzna menjadi tahapan paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji sehingga seluruh layanan diperkuat secara maksimal.
“Menjelang fase puncak haji, Kementerian Haji dan Umrah bersama PPIH Arab Saudi terus memperkuat kesiapan layanan di Armuzna. Seluruh unsur layanan kami koordinasikan, baik terkait tenda, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, perlindungan jemaah, maupun penempatan petugas di titik-titik layanan,” ujar Ichsan dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).Berdasarkan data operasional per 20 Mei 2026, sebanyak 513 kloter dengan 197.876 jemaah dan 2.044 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, sebanyak 502 kloter dengan 193.593 jemaah sudah tiba di Makkah. Sementara 15.418 jemaah haji khusus juga telah berada di Arab Saudi untuk menjalani rangkaian ibadah haji.
Baca juga: 100.268 Jemaah Haji Indonesia Sudah Bayar Dam, Mayoritas di Arab Saudi
Ichsan menjelaskan layanan Bus Shalawat akan dihentikan sementara mulai Jumat, 22 Mei 2026 pukul 18.00 WAS hingga Minggu, 31 Mei 2026 pukul 01.00 WAS.
“Layanan Bus Shalawat akan dihentikan sementara untuk mendukung pengaturan lalu lintas, kesiapan armada, serta penataan transportasi jemaah menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” jelasnya.Meski demikian, jemaah yang belum melaksanakan umrah wajib tetap akan mendapatkan fasilitas transportasi menuju Masjidil Haram dan kembali ke hotel oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
Kemenhaj mengimbau jemaah mulai mengurangi aktivitas yang tidak mendesak dan menghemat tenaga menjelang fase Armuzna. Jemaah diminta memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh di tengah cuaca panas Arab Saudi.
“Kurangi aktivitas yang tidak mendesak, perbanyak istirahat, jaga pola makan, minum air yang cukup, serta ikuti arahan petugas kloter dan pembimbing ibadah,” katanya.
Selain itu, Ichsan meminta seluruh jemaah dan petugas saling peduli terutama kepada jemaah lansia, disabilitas, perempuan, maupun jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu agar tidak terpisah dari rombongan.
Dalam kesempatan itu, Kemenhaj juga menegaskan larangan bagi seluruh KBIHU memasang identitas apa pun di tenda Arafah dan Mina. Petugas akan mencabut atribut yang dipasang dan memberikan sanksi kepada pihak yang melanggar.
“Kami mengimbau seluruh KBIHU untuk tidak menempelkan identitas dalam bentuk apa pun di seluruh tenda di Arafah dan Mina. Petugas akan mencabut identitas yang terpasang dan memberikan sanksi bagi yang melakukannya,” tegas Ichsan.
Kemenhaj memastikan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan seluruh unsur pelayanan haji terus dilakukan demi memastikan jemaah dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan aman, nyaman, dan khusyuk.









