Rupiah Cetak Rekor Terlemah Rp17.700 per Dolar AS, Pertama Kalinya dalam Sejarah Indonesia

Rupiah Cetak Rekor Terlemah Rp17.700 per Dolar AS, Pertama Kalinya dalam Sejarah Indonesia

Ekonomi | sindonews | Rabu, 20 Mei 2026 - 07:51
share

Nilai tukar rupiah menembus level Rp17.700 per dolar Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia. Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global dan penguatan dolar AS sebagai aset aman.

"Bank Indonesia terus melakukan langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar spot dan forward guna meredam tekanan terhadap rupiah," demikian dikutip dari laporan pasar yang dilansir Reuters, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga:Kurs Rupiah Makin Parah, Hari Ini Sentuh Rp17.706 per Dolar AS

Berdasarkan data perdagangan, rupiah sempat menyentuh kisaran Rp17.710 per dolar AS, melanjutkan tren pelemahan sejak pekan lalu setelah sebelumnya menembus level Rp17.600 dan Rp17.670 dalam beberapa hari terakhir.

Tekanan terhadap rupiah dipicu oleh penguatan dolar AS yang didorong lonjakan harga minyak dunia serta meningkatnya ketidakpastian pasar global. Kondisi ini mendorong pelaku pasar beralih ke dolar sebagai instrumen lindung nilai.

Di kawasan Asia, pelemahan mata uang juga dialami yen Jepang yang turun mendekati level 159 per dolar AS, atau mendekati ambang intervensi otoritas Jepang di kisaran 160. Fenomena ini mencerminkan tekanan yang merata terhadap mata uang regional.

Pemerintah Indonesia disebut tengah menyiapkan langkah stabilisasi tambahan, termasuk rencana penggelontoran likuiditas sekitar Rp2 triliun per hari ke pasar obligasi guna menjaga stabilitas nilai tukar dan pasar keuangan domestik.

Baca Juga:Apakah Orang Desa Menderita Terdampak Pelemahan Rupiah? Ini Penjelasan Ekonom

Tekanan eksternal turut diperparah oleh konflik di kawasan Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak global, sehingga meningkatkan risiko inflasi impor bagi Indonesia.Di sisi lain, Dana Moneter Internasional (IMF) sebelumnya telah merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5,1 persen menjadi 5,0 persen, seiring meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap pasar keuangan.

Pelaku pasar memperkirakan tekanan terhadap rupiah dan mata uang Asia lainnya masih berpotensi berlanjut hingga ketegangan geopolitik mereda atau terdapat kejelasan arah kebijakan moneter dari bank sentral utama dunia.

Topik Menarik