Spanyol Panggil Dubes Israel Terkait Pencegatan Armada Gaza
Spanyol memanggil kuasa usaha Israel dan menyampaikan apa yang digambarkan Menteri Luar Negeri Jose Manuel Albares sebagai “protes formal dan tegas” atas pencegatan armada yang menuju Gaza oleh Israel. Dia menyebutnya sebagai “pelanggaran baru terhadap hukum internasional.”
Berbicara pada konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelaty di Madrid, Albares mengatakan pasukan Israel telah mencegat Armada Global Sumud dan otoritas Spanyol sedang memantau situasi dengan cermat, lapor El Mundo.
“Saya tidak memiliki jumlah pasti warga Spanyol, tetapi jumlahnya sekitar 45,” kata Albares.
Dia menambahkan, antara “satu hingga dua lusin” warga negara Spanyol yang berada di atas kapal tersebut mungkin saat ini ditahan otoritas Israel.
Albares mengatakan Spanyol telah menjalin kontak dengan pemerintah lain yang warganya juga berada di atas kapal tersebut.Menteri tersebut menyebut pencegatan itu sebagai “pelanggaran baru terhadap hukum internasional,” dan ia masih belum yakin bagaimana otoritas Israel akan menindaklanjuti mereka yang ditahan, tetapi menekankan tindakan itu sendiri adalah “tindakan yang tidak dapat diterima dan penahanan ilegal.”
Ia mengatakan Madrid mengikuti perkembangan “menit demi menit” dan menggambarkan armada tersebut sebagai “damai.”
Sebelumnya pada hari Senin, tentara Israel menyerang armada kemanusiaan di perairan internasional dan menahan sekitar 100 aktivis.
Armada tersebut, yang terdiri dari lebih dari 50 kapal, berlayar pada hari Kamis dari distrik Marmaris di Mediterania Turki dalam upaya baru untuk mematahkan blokade Israel yang diberlakukan di Gaza sejak 2007.
Penyelenggara mengatakan misi tersebut melibatkan 426 peserta, di antaranya 96 aktivis Turki dan peserta dari 39 negara lain, termasuk Jerman, AS, Argentina, Australia, Bahrain, Brasil, Aljazair, Indonesia, Maroko, Prancis, Afrika Selatan, Inggris, Irlandia, Spanyol, Italia, Kanada, Mesir, Pakistan, Tunisia, Oman, dan Selandia Baru.
Pada tanggal 29 April, pasukan Israel juga menyerang misi bantuan di lepas pantai pulau Kreta, Yunani, dan mendeportasi para aktivis yang berada di dalamnya.
Baca juga: Menhan Sjafrie Sangkal Surat yang Diteken Beri Akses Udara Indonesia untuk Jet Tempur AS










